Pengumuman tersebut disampaikan di Istana Negara pada Minggu malam, (20/10) Oktober 2024. Kemudian Pelantikan Menteri dan Wakil Menteri dilaksanakan di Istana Negara pada Senin (21/10) pagi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ni Luh Puspa, wanita kelahiran Buleleng, Bali, dikenal sebagai presenter sekaligus produser di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia.
Penunjukan Ni Luh Puspa menjadi perhatian, mengingat latar belakangnya yang berasal dari daerah pariwisata.
Sebagai Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh diberi tanggung jawab besar, termasuk menangani masalah over tourism di Bali Selatan dan mempromosikan pemerataan pariwisata ke Bali Utara, Barat, dan Timur.
Selain itu, ia juga diharapkan mengembangkan potensi pariwisata di seluruh Indonesia. Tugas tersebut akan ia emban bersama Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.
Penunjukan Ni Luh Puspa mendapat apresiasi dari tokoh-tokoh di tanah kelahirannya, khususnya Desa Selat, Buleleng.
Kepala Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Putu Mara, menyatakan harapannya agar Ni Luh dapat mendorong perkembangan pariwisata di Bali Utara, yang masih kurang terpromosikan dibanding Bali Selatan.
Putu Mara berharap Ni Luh Puspa mampu mendorong perbaikan infrastruktur, pengembangan objek wisata, dan pemerataan perhatian terhadap pariwisata Bali, terutama di wilayah Bali Utara.
"Desa Selat memiliki potensi wisata seperti hutan desa yang bisa dikembangkan menjadi destinasi tracking dan wisata spiritual, dapat menjadi daya tarik baru yang meningkatkan ekonomi lokal.Tentu ini bisa dikembangkan," jelasnya.
Seperti diketahui Ni Luh Enik Ernawati, atau dikenal sebagai Ni Luh Puspa, berasal dari Banjar Dinas Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
Setelah lahir di desa tersebut, ia sempat pindah ke Mamuju, Sulawesi Barat, saat masih balita.
Namun, pendidikan dasar hingga SMA-nya tetap ditempuh di Buleleng sebelum melanjutkan kuliah di Universitas Hasanuddin, Makassar.
Kini, Ni Luh menetap di Jakarta, bekerja sebagai presenter dan produser televisi, meski masih tercatat sebagai warga Desa Selat. (dik)
Editor : I Putu Mardika