BALIEXPRESS.ID-Tersangka IWAS alias Agus akhirnya angkat bicara terkait tuduhan pelecehan seksual yang dilaporkan oleh mahasiswi berinisial MAP.
Dalam wawancara dengan wartawan pada Senin (2/12), Agus bersikeras bahwa dirinya tidak pernah melakukan pemerkosaan atau pelecehan seksual terhadap korban.
"Sampai saat ini saya masih merasa tidak pernah melakukan pemerkosaan," bantah Agus tegas.
Baca Juga: Ditetapkan Sebagai Tersangka, Polisi Beber Modus Pria Disabilitas Lakukan Pelecehan Seksual
Saat ditanya mengenai adanya beberapa korban lain yang melaporkan kejadian serupa, Agus tetap mempertahankan pendiriannya.
Begitu pula ketika ditanya mengenai adanya korban yang masih di bawah umur, Agus memberikan respons yang sama.
"Kenapa dilaporkan sekarang? Kenapa tidak dari dulu? Saya tidak ingin berbicara lebih banyak agar tidak salah ngomong," ujarnya.
Meski begitu, Agus tidak membantah laporan salah satu korban yang mengungkapkan bahwa dirinya memang sempat berhubungan badan di sebuah homestay.
Baca Juga: Shin Tae-yong Miliki Rekor Fantastis di Fase Grup Piala AFF Bersama Timnas Indonesia, Cek Faktanya!
Namun, Agus menegaskan bahwa hal tersebut terjadi atas dasar suka sama suka, dan bukan pemerkosaan atau pelecehan seksual seperti yang dilaporkan ke pihak kepolisian.
"Saya nyatakan kami suka sama suka. Mungkin karena dia ditekan sama pacarnya, makanya dia melaporkan ini ke Polda NTB," ungkap Agus.
Agus menceritakan bahwa dirinya dan korban baru saling mengenal. Mereka bertemu di Teras Udayana, dan setelah berbicara singkat, Agus meminta diantar ke kampus.
Namun, korban justru mengajaknya ke salah satu penginapan atau homestay. Sesampainya di sana, Agus mengklaim bahwa hubungan badan yang terjadi adalah atas dasar kesepakatan bersama.
"Dia yang buka pintu, dia yang bukakan celana saya, dan pasangin lagi. Saya pertama kali berhubungan (badan) dengan dia. Tidak ada imbalan sama sekali," jelas pria kelahiran 16 November 2002 tersebut.
Baca Juga: Viral Penanganan Keretakan Tebing Pura Uluwatu, Dinas PUPR Badung Buka Suara
Terkait dengan banyaknya laporan yang ditujukan kepadanya, Agus mengaku merasa sangat sakit hati.
Ia mengungkapkan bahwa keluarganya ikut merasa malu dan menjadi korban atas masalah ini. Agus pun berharap kasus ini bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan tanpa merugikan pihak manapun.
"Kalau bisa kami berharap damai, diselesaikan secara kekeluargaan agar tidak merugikan kami," harap Agus.
Editor : Wiwin Meliana