Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bali Masuk Daftar Berisiko Tinggi Bencana Cuaca Ekstrem: BMKG Peringatkan Potensi Angin Kencang dan Bencana Hidrometeorologi

I Putu Suyatra • Senin, 9 Desember 2024 | 22:34 WIB

BMKG meminta masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ektrem. (Istimewa)
BMKG meminta masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ektrem. (Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan serius terkait cuaca ekstrem yang berpotensi memicu berbagai bencana alam pekan ini.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menegaskan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Daerah Berisiko Tinggi

Wilayah yang diprediksi mengalami cuaca buruk meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.

Selain itu, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara juga masuk dalam daftar waspada.

Tak hanya itu, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah juga diperkirakan menghadapi risiko cuaca ekstrem.

"Wilayah-wilayah ini berpotensi tinggi mengalami hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi," ujar Guswanto kepada JawaPos.com, Senin (9/12/2024).

Ancaman Bencana Hidrometeorologi

BMKG menjelaskan bahwa cuaca buruk ini dapat memicu berbagai jenis bencana hidrometeorologi, termasuk banjir akibat hujan deras dalam waktu singkat atau hujan yang meluas.

Daerah perbukitan dan pegunungan dengan struktur tanah yang labil juga menghadapi risiko tanah longsor.

"Angin kencang berpotensi merusak infrastruktur, menumbangkan pohon, dan membahayakan aktivitas luar ruangan," tambah Guswanto.

Gelombang tinggi di perairan Indonesia juga mengancam keselamatan pelayaran dan aktivitas nelayan, sementara genangan air di perkotaan dengan sistem drainase buruk dapat mengganggu mobilitas masyarakat.

Langkah Antisipasi

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengambil langkah antisipasi guna meminimalkan dampak dari cuaca ekstrem.

"Pemerintah daerah dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah mitigasi, seperti membersihkan saluran air, memantau pergerakan tanah, dan mengamankan dokumen penting," kata Guswanto.

Pihak BMKG juga menyarankan agar masyarakat aktif memantau informasi terkini melalui aplikasi dan kanal resmi BMKG.

"Langkah ini sangat penting agar masyarakat bisa merencanakan aktivitas harian dengan lebih aman," pungkasnya.

Cuaca ekstrem yang melanda pekan ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk selalu siaga.

Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait diperlukan agar dampak buruk bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #bencana #bmkg #cuaca ekstrem