BALIEXPRESS.ID-Nama Sjobirin Hasan, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bangkalan, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sebuah video viral yang menunjukkan dirinya ditandu oleh warga saat meninjau lokasi yang terkena banjir.
Baca Juga: Tinjau Lokasi Banjir dengan Ditandu Warga, Dirut PDAM Bangkalan Panen Kritikan
Aksi ini langsung mendapat kritik tajam dari publik, yang menilai perilakunya semena-mena dan tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik yang seharusnya lebih empati terhadap masyarakat.
Dalam video yang beredar di platform media sosial, Sjobirin terlihat mengenakan pakaian dinas dan sepatu boot, sementara dirinya "mengendarai" getek bambu yang ditandu oleh beberapa warga.
Caption yang menyertai unggahan tersebut menyebutkan, "Dirut PDAM Bangkalan, Madura H. Sjobirin Hasan menuju lokasi intake air baku yang terendam banjir," yang semakin memperburuk pandangan masyarakat terhadap tindakannya.
Banyak warganet yang mengkritik keras tindakan Sjobirin, menilai bahwa sebagai seorang pejabat, ia seharusnya memberi contoh yang baik dan tidak memanfaatkan warga sekitar untuk kepentingan pribadi.
Salah satu cuitan di Twitter menyatakan, "Mungkin nggak bisa berenang tapi kalau sudah viral gini ya selayaknya diganti yang lebih baik, masa nggak ada?" tulis akun @terisera35533.
Baca Juga: Klungkung Terima 1.625 Dosis Vaksin PMK, Dinas Pertanian Tunggu Petunjuk Teknis
Namun, di balik kontroversi tersebut, Sjobirin sebenarnya memiliki rekam jejak yang cukup panjang di dunia pemerintahan.
Sebelum menjabat sebagai Dirut PDAM Bangkalan, ia sempat menjabat sebagai Direktur PDAM Bengkulu pada tahun 2013 dan memegang jabatan tersebut hingga dua periode, yakni sampai 2017.
Meskipun demikian, kepemimpinannya di PDAM Bengkulu dan kini di Bangkalan, dinilai publik kurang menunjukkan kompetensi yang memadai dalam menjalankan tugasnya, apalagi setelah insiden ini.
Baca Juga: Buleleng Siaga PMK, Distan Perketat Pemantauan Ternak di Dua Desa
Kritikan terhadap Sjobirin semakin meluas di media sosial, dengan banyak yang menilai bahwa sebagai pejabat publik, dia seharusnya menunjukkan sikap profesionalisme dan menghargai masyarakat, bukan bertindak sewenang-wenang.
Meski demikian, belum ada langkah resmi dari pemerintah terkait kelanjutan jabatan Sjobirin setelah kejadian ini.
Editor : Wiwin Meliana