BALIEXPRESS.ID-Akun media sosial Pertamina ramai-ramai diserbu warganet.
Hal ini usai PT Pertamina (Persero) resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di beberapa wilayah tertentu yang berlaku mulai 1 Februari 2025.
Baca Juga: Pemkab Bangli Siapkan Lahan Dapur Umum untuk Program Makan Bergizi Gratis, Lokasinya di Susut
Kenaikan harga ini berlaku untuk sejumlah jenis BBM nonsubsidi, sementara BBM bersubsidi tetap dengan harga yang sama.
Terkait hal itu, sejumlah warganet menyampaikan keluh kesahnya, di kolom komentar unggahan terakhir akun @pertamina.
Dalam kolom komentar, sejumlah warganet menuding Pertamina melakukan monopoli sehingga bisa menaikkan harga BBM semaunya.
Baca Juga: Akun Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Diserbu Warganet Usai Kebijakan Larang Pengecer Jual Gas LPG 3 Kg
“Bersaing yang sehat lah ama swasta, kita konsumen juga bisa milih mana yang berkualitas,” tulis akun @ahmadmuhsaev.
“Sudah main monopoli ya?” tanya akun @sianakpertamaaa.
“Menghambat distribusi bbm swasta, abis itu naikkin harga jual BBM nya, bener2 negara yang gabakal maju,” tulis akun @blackmatte_160.
Berdasarkan laman resmi Pertamina yang dikutip dari Jakarta, Sabtu (1/2/2025), penyesuaian harga ini dilakukan untuk mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar.
Baca Juga: Peraturan Baru; Toko Klontong Dilarang Jual Gas LPG 3 KG, Begini Alasannya
Di wilayah Jabodetabek, terpantau harga BBM mengalami perubahan.
Pertamax naik dari Rp12.500 per liter menjadi Rp12.900 per liter. Pertamax Turbo naik dari Rp13.700 per liter menjadi Rp14.000 per liter.
Pertamax Green 95 naik dari Rp13.400 per liter menjadi Rp13.700 per liter.
Dexlite naik dari Rp13.600 per liter menjadi Rp14.600 per liter.
Pertamina Dex naik dari Rp13.900 per liter menjadi Rp14.800 per liter. Sementara itu, beberapa jenis BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan harga.
Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Biosolar (subsidi) tetap Rp6.800 per liter.
Baca Juga: Kelangkaan Gas LPG 3 Kg Terjadi di Denpasar, Warga Mengeluh Kesulitan Memasak
Dengan adanya kenaikan harga ini, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan pengeluaran bahan bakar sesuai dengan kebutuhannya.
Pertamina juga memastikan bahwa stok BBM di seluruh SPBU tetap tersedia guna mendukung kebutuhan transportasi dan industri di berbagai wilayah.
Editor : Wiwin Meliana