BALIEXPRESS.ID – Kecelakaan tragis terjadi di Jember, Jawa Timur, melibatkan sebuah truk Dyna Bernomor polisi P 8782 QV yang dikemudikan oleh Ervan (35), warga Dusun Rayap, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa.
Truk tersebut bertabrakan dengan kereta api Logawa yang melaju dari Ketapang menuju Purwokerto.
Baca Juga: Dua Penambang Pasir Tertimbun Longsor, Satu Orang Meninggal, Satu Orang Masih Dalam Pencarian
Insiden nahas ini terjadi di perlintasan rel kereta api Lingkungan Baratan Timur, tepatnya di Jalan Rasamala, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, pada hari Senin, (17/02/2025) sekitar pukul 08.24 WIB.
Menurut keterangan saksi mata dan hasil penyelidikan sementara, kereta api Logawa melaju dari arah utara menuju Selatan.
Setibanya di Lokasi kejadian, palang pintu perlintasan kereta api sudah dalam posisi menutup.
Diduga karena kurang berhati-hati dan terburu-buru, pengemudi truk Dyna nekat menerobos palang perlintasan yang sudah tertutup.
Baca Juga: Viral! Ibu Jero, 15 Tahun Berprofesi Sebagai Mekanik Mobil, Tunjukkan Keahlian Memasang Ban
Akibatnya, bagian belakang sebelah kiri truk tersebut tertabrak oleh bagian depan kereta api Logawa.
Benturan keras ini mengakibatkan pengemudi truk, Ervan, meninggal dunia di tempat kejadian.
Sementara itu, kernet truk Bernama Jumadi (35) mengalami luka ringan dan segera mendapatkan pertolongan medis.
“Pihak kepolisian menduga kuat bahwa kecelakaan ini disebabkan oleh kelalaian pengemudi truk Dyna yang kurang berhati-hati dan nekat menerobos palang perlintasan kereta api yang sudah menutup. Untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, petugas kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), meminta keterangan dari sejumlah saksi, melakukan dokumentasi TKP, serta mengamankan barang bukti yang ada.” Di kutip dari akun Instagram, radarjember.id pada Selasa, (18/02/2025).
Baca Juga: Viral! Pemuda Serempet Mobil di Badung, sempat Kabur, Tak Dimarahi, Justru Diberi Nasehat Baik-baik
Lebih lanjut, Kasat Lantas Polres Jember, AKP Bernardus Bagas Simarmata, menjelaskan bahwa akibat kecelakaan ini, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp 10 juta.
Pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui secara pasti faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan maut ini, termasuk kemungkinan adanya faktor lain seperti Human error atau kerusakan pada sistem perlintasan kereta api.
Editor : Wiwin Meliana