BALIEXPRESS.ID-Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa sekolah dasar (SD) diduga meracik minuman keras (miras) oplosan menjadi viral di media sosial.
Dalam video yang beredar luas, puluhan siswa SD laki-laki tampak berdiri berjejer di dalam ruangan, tengah diinterogasi oleh seorang guru perempuan.
Baca Juga: Pemkab Bangli Tak Ada Anggaran, Pemakaman Pasien RSJ Gunakan Urunan
Dengan nada keras dan tegas, sang guru bertanya kepada siswa-siswa tersebut mengenai asal-usul ide mereka untuk meracik miras oplosan.
"Entuk ramuan koyo oplosan kuwi seko ngendi? Sing marai sopo?" (Dapat ramuan oplosan itu dari mana? Yang mengajarkan siapa?) ujar guru tersebut.
Seorang siswa kemudian menjelaskan bahwa mereka mendapatkan ide membuat oplosan dari seorang teman.
Baca Juga: Remaja SMA Tertangkap Curi 4 Tandan Pisang Tanduk, Diarak Warga ke Balai Desa
"Koncone kulo, Bu. (Teman saya, Bu)," jawab salah satu siswa.
Tak hanya itu, siswa tersebut juga menceritakan bagaimana temannya mengajak mereka untuk membuat miras oplosan.
"Ayo gawe es moni, yuk," kata siswa itu, menirukan ajakan temannya.
Guru tersebut lalu bertanya lebih lanjut mengenai bahan-bahan yang digunakan dalam oplosan itu, dan salah satu siswa sempat menyebutkan ada campuran obat, yang langsung disambut dengan riuhnya respon siswa lainnya.
Ketika ditanya lebih lanjut, beberapa siswa lainnya mengatakan tidak ada obat dalam campuran miras tersebut.
Hingga kini, belum ada klarifikasi terkait identitas sekolah tempat kejadian tersebut berlangsung, namun kabar yang beredar menyebutkan bahwa para siswa tersebut berasal dari salah satu SD di Kediri, Jawa Timur.
Baca Juga: Dua Pelaku Curanmor di Gianyar Diciduk saat Hendak Kabur di Pelabuhan Padangbai
Viralnya video tersebut memicu reaksi beragam dari netizen, terutama setelah diunggah ulang oleh akun Instagram @awreceh.id.
Banyak yang mengungkapkan keprihatinannya terhadap kejadian ini.
"Ini udah pasti ada yang ngajarin, miris sih generasi yang diharapkan malah kek begini," komentar akun @ikiist. Sementara akun @yudyh**** menambahkan, "Menuju Generasi Indonesia Cemas 2045."
Kasus ini menjadi peringatan serius tentang pentingnya pengawasan dan pendidikan yang baik bagi anak-anak, agar mereka tidak terjerumus dalam hal-hal negatif yang bisa merugikan diri mereka sendiri dan masa depan mereka.
Editor : Wiwin Meliana