BALIEXPRESS.ID – Seorang bocah berinisial MD berusia 13 tahun, warga lingkungan kompleks perumahan Kemaran, kecamatan Semboro, Jember, Jawa Timur ditemukan tewas tersambar petir, Rabu (19/2/2025) sekitar pukul 15.00 waktu setempat.
Baca Juga: Kecelakaan Kembali Terjadi di Bypass Ngurah Rai Mumbul, Pengendara Motor Alami Luka Lecet
Dalam unggahan akun Instagram @radarjember.id korban sebelumnya dikabarkan hendak mencari jamur blotong di area gunungan limbah pabrik tebu PG Semboro yang memiliki ketinggian sekitar 7 – 10 meter.
Korban diduga mencari jamur blotong itu untuk dijual maupun dikonsumsi sendiri.
Baca Juga: WASPADA! Lubang Besar di Jalan Nusa Dua Berbahaya, Pengendara Diminta Berhati-hati
Saat ditemukan, jasad MD dalam kondisi tertelungkup.
Kondisi badan mulai kaku bak tersengat Listrik bertegangan tinggi.
Korban juga mengalami luka dibagian kaki dan wajah hingga membuatnya merengang nyawa.
Menurut tetangga korban, Babun, korban hidup bersama neneknya dan memiliki kakak yang baru menamatkan SMP.
Baca Juga: Viral! Bayi Dibuang di Sanur Kauh, Ditemukan Masih Hidup, Kini Dirawat di Rumah Sakit
Sementara ayah sama ibu berada diperantauan, korban sebelumnya diketahui sempet mengajak anak tetangga lain untuk berburu jamur, namun karena temannya tidak diizinkan oleh orang tuanya, korban akhirnya memutuskan berangkat sendiri.
Kanit Reskrim Polsek Semboro Aipda Yayang membenarkan perihal insiden remaja tersambar petir itu.
Sejumblah porsonil juga sampai turun ke lokasi untuk mengecek kebenarannya.
Baca Juga: Layani 35,9 Juta Pengusaha UMKM, Holding Ultra Mikro BRI Salurkan Kredit Rp626,6 Triliun
Humas Sinergi Gula Nusantara PG Sembor, Hesta Cahyadi, juga membenarkan insiden itu dan menyatakan bahwa di Lokasi gunungan limbah penggilingan tebu itu pintunya sudah digembok dan telah ada papan larangan memasuki Kawasan tersebut.
Hesta menyatakan bahwa di sekitar area itu dianggep berbahaya karena bekas limbah pengolahan pabrik dan juga abu, bisa sangat panas.
Pihak management PG Semboro berencana untuk semakin massif melakukan imbauan kepada masyarakat dan akan mengunjungi rumuh duka korban.
Editor : Wiwin Meliana