Kapolres Bintuni Siap Diperiksa! Misteri Hilangnya Mantan Kasat Reskrim di Zona Merah KKB: Keluarga DUga Ada Kejanggalan
I Putu Suyatra• Rabu, 19 Maret 2025 | 15:47 WIB
Kapolres Teluk Bintuni AKBP Choiruddin Wachid (kiri) memberikan keterangan soal kronologis hilangnya eks Kasat Reskrim Iptu Tomi Samuel Marbun
BALIEXPRESS.ID – Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Choiruddin Wachid, menyatakan kesiapannya menjalani pemeriksaan terkait hilangnya eks Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Tomi Samuel Marbun, dalam operasi penangkapan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Iptu Tomi dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Rawara saat menyeberang bersama personel lainnya pada 18 Desember 2024.
Mereka sedang memburu Marthen Aikingking, sosok pentolan KKB yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Saya siap diperiksa, supaya masalah ini terang benderang," tegas AKBP Choiruddin Wachid dalam konferensi pers di Markas Polda Papua Barat, Manokwari, Selasa.
Dugaan Kejanggalan! Keluarga Pertanyakan Kronologi dan Operasi Pencarian
Insiden ini awalnya dilaporkan oleh Komandan Batalyon setelah menerima informasi dari anggota Satgas Yonif 642/Kapuas melalui HT satelit.
Namun, keluarga Iptu Tomi meragukan keabsahan kronologi yang disampaikan pihak kepolisian.
Beberapa kejanggalan yang dipertanyakan antara lain:
Perbedaan versi kronologi kejadian.
Pembiayaan operasi penangkapan KKB.
Pembatalan penggunaan helikopter dalam pencarian.
Namun, Kapolres membantah tuduhan adanya upaya menutup-nutupi insiden ini.
"Saya berani bersumpah, tidak ada yang saya tutupi! Saya sendiri memimpin pencarian karena menganggap Tomi seperti adik kandung saya," tegasnya.
Zona Merah dan Kendala Pencarian: Helikopter Dilarang!
Kapolres menjelaskan bahwa wilayah pencarian termasuk zona merah dengan tingkat bahaya tinggi akibat seringnya kontak senjata antara TNI-Polri dan KKB.
Oleh karena itu, helikopter swasta tidak diperbolehkan untuk membantu misi pencarian.
Sebagai gantinya, helikopter Satgas Damai Cartenz dan drone tempur telah diterjunkan, tetapi hingga kini belum menemukan hasil maksimal.
Kapolres juga membantah spekulasi bahwa dirinya mengejar kenaikan pangkat ke Kombes Pol.
"Saya bukan gila jabatan! Bahkan, saya minta sertijab saya sebagai Kabid Propam Polda Papua Barat Daya ditunda dulu," ujarnya.
Tahap Ketiga Pencarian: Wartawan Diundang untuk Liputan Langsung
Pencarian tahap pertama dilakukan selama 18-31 Desember 2024, disusul tahap kedua pada 27 Januari-3 Februari 2025, tetapi belum membuahkan hasil.
Kini, pihak kepolisian berencana melanjutkan pencarian tahap ketiga dan membuka akses bagi wartawan untuk meliput langsung di lapangan.
"Saya ajak teman-teman wartawan ikut supaya bisa mengonfirmasi langsung kepada publik," pungkasnya.
Bagaimana kelanjutan pencarian Iptu Tomi? Mampukah polisi mengungkap misteri hilangnya mantan Kasat Reskrim ini? Ikuti terus perkembangan beritanya hanya di sini! ***