Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Teror Kepala Babi ke Kantor Tempo: Siapa Dalang di Baliknya?

I Putu Suyatra • Jumat, 21 Maret 2025 | 18:37 WIB

Paket berisi kepala babi yang dikirimkan kepada Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik Tempo dan host podcast Bocor Alus Politik.
Paket berisi kepala babi yang dikirimkan kepada Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik Tempo dan host podcast Bocor Alus Politik.

BALIEXPRESS.ID - Jakarta digemparkan oleh aksi teror mengerikan! Sebuah paket berisi kepala babi berlumuran darah dikirim ke kantor Tempo, menimbulkan tanda tanya besar: siapa pelaku di balik aksi intimidasi ini?

Teror ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Dewan Pers, yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers.

Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, menegaskan bahwa pelaku teror kemungkinan adalah pihak yang merasa terpojok oleh pemberitaan, tetapi enggan menggunakan hak jawab yang seharusnya menjadi jalur resmi penyelesaian sengketa pers.

Baca Juga: Diduga Mabuk, WNA Tabrak Toko di Pererenan, Kondisi Kendaraan Rusak Parah

"Mereka memiliki hak jawab. Gunakan hak jawab tersebut sebaik-baiknya, bukan dengan intimidasi," tegas Ninik, Kamis (20/3/2025).

Dewan Pers juga mendorong Tempo segera melaporkan kasus ini ke pihak berwajib, agar pelaku bisa segera diungkap dan kejadian serupa tidak terulang.

Kronologi Teror: Paket Misterius Berisi Kepala Babi

Paket tersebut dikirim dalam kotak kardus berlapis styrofoam dan ditujukan kepada Francisca Christy Rosana (Cica), seorang jurnalis desk politik Tempo sekaligus host podcast Bocor Alus Politik.

Paket diterima oleh Cica pada Kamis (20/3/2025) pukul 15.00 WIB, setelah ia kembali dari liputan bersama rekannya, Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran.

Saat paket dibuka, bau busuk langsung menyengat, menandakan ada sesuatu yang mencurigakan di dalamnya.

Baca Juga: 10 Fakta Bocah SD di Gresik Nekat Curi Motor yang Dijual Rp 150 Ribu untuk Main di Timezone dan Jalan-jalan

Hussein, yang pertama kali membukanya, langsung terkejut saat melihat kepala babi berlumuran darah dengan kedua telinga terpotong.

"Baunya sangat menyengat, dan masih ada darahnya," ujar Hussein.

Sadar bahwa ini adalah bentuk teror, mereka segera membawa paket tersebut keluar dari kantor.

Pesan Intimidasi untuk Tempo?

Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, mencurigai bahwa pengiriman kepala babi ini adalah upaya untuk menghambat kerja jurnalistik mereka.

"Kami menduga ini adalah bentuk teror terhadap kebebasan pers," tegas Setri.

Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai siapa dalang di balik teror mengerikan ini.

Siapakah pengirim paket misterius tersebut? Apa motif sebenarnya?

Baca Juga: H-1 Penilaian, Rangka Bambu Roboh Timpa Ogoh-Ogoh di Banjar Belulang, Badung

Pihak kepolisian diharapkan segera mengungkap kebenaran agar kebebasan pers tidak terus menerus mendapat ancaman. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#paket #Kepala Babi #KEBEBASAN PERS #kantor Tempo #dewan pers