BALIEXPRESS.ID - Teror brutal kembali mengguncang Papua! Kelompok bersenjata dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali beraksi dengan cara yang tak berperikemanusiaan.
Kali ini, mereka membakar hidup-hidup enam orang guru dan tenaga kesehatan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (21/3).
Tak hanya itu, OPM juga membumihanguskan empat gedung sekolah dan satu rumah guru di Kampung Anggruk, Distrik Anggruk.
Aksi keji ini semakin menambah daftar panjang kekejaman kelompok separatis yang terus menebar ketakutan di wilayah Papua.
Baca Juga: Tanggapan PSSI Hadapi Tagar Patrick Kluivert Out yang Trending di Media Sosial
OPM Disebut Biadab, Korban Belum Bisa Dievakuasi
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Infanteri Candra Kurniawan, mengonfirmasi tragedi mengerikan ini.
Ia menyebut tindakan OPM sebagai kejahatan luar biasa yang sama sekali tak mencerminkan nilai kemanusiaan.
"OPM benar-benar biadab! Mereka membunuh dan membakar hidup-hidup enam orang guru, menghancurkan gedung sekolah, merampas harta masyarakat, dan memeras warga sekitar," tegas Kolonel Candra pada Sabtu (22/3).
Baca Juga: Senyum Patrick Kluivert Saat Timnas Indonesia Dibantai 5-1 oleh Australia Bikin Netizen Geram
Menurutnya, hingga kini aparat keamanan masih kesulitan mengevakuasi korban akibat situasi yang belum kondusif.
Siapa Saja Korbannya?
Kodam XVII/Cenderawasih berhasil mengidentifikasi beberapa korban yang menjadi sasaran kebrutalan OPM.
Empat korban yang diketahui berinisial T, F, F, dan I—seorang tenaga kesehatan. Sementara dua korban lainnya masih belum teridentifikasi.
Belum ada kepastian mengenai kondisi korban yang selamat, tetapi informasi yang diterima menyebutkan bahwa banyak tenaga pendidik dan kesehatan di Yahukimo merasa ketakutan dan meminta untuk diungsikan.
Puluhan Warga Dievakuasi dari Wilayah Rawan
Merespons situasi mencekam ini, aparat keamanan segera mengungsikan para guru dan tenaga kesehatan dari sejumlah distrik di Yahukimo.
Sebanyak 58 orang, termasuk empat anak-anak dan seorang warga sipil, telah dievakuasi menggunakan Pesawat Adventist Aviation dari distrik-distrik yang dianggap rawan, seperti:
✅ Distrik Heriyapini
✅ Distrik Kosarek
✅ Distrik Ubalihi
✅ Distrik Nisikni
✅ Distrik Walma
✅ Distrik Kabiyanggama
Lantas, bagaimana langkah pemerintah dalam menanggapi aksi brutal ini? Akankah ada tindakan tegas untuk menghentikan kebiadaban OPM di Papua? ***
Baca Juga: Debut Patrick Kluivert Berantakan! Timnas Dibantai 5-1, Marselino Ferdinan Kecewa dan Netizen Murka
Editor : I Putu Suyatra