Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Buntut Konten Rendang; Willie Salim Dikutuk Kesultanan Palembang, Dilarang ke Palembang Seumur Hidup

Wiwin Meliana • Kamis, 27 Maret 2025 | 17:09 WIB

Kesultanan Palembang mengeluarkan maklumat mengutuk kedatangan Willie Salim ke Palembang
Kesultanan Palembang mengeluarkan maklumat mengutuk kedatangan Willie Salim ke Palembang

BALIEXPRESS.ID-Kesultanan Palembang mengeluarkan maklumat resmi yang cukup mengejutkan, menyampaikan kutukan adat yang ditujukan langsung kepada konten kreator Willie Salim.

Maklumat tersebut berhubungan dengan konten yang dibuat oleh Willie Salim yang dinilai tidak sesuai dengan adat dan budaya masyarakat Palembang, khususnya terkait dengan insiden hilangnya rendang di BKB Palembang yang menuai kontroversi.

Baca Juga: Jangan Sembarangan! Memotong Pohon Diyakini Memotong Pahala si Penanam, Dosa Besar  bagi Pemotong, Ini Penjelasannya

Pada Senin, 24 Maret 2025, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV, Raden Muhammad Fauwaz Diradja, menyampaikan maklumat tersebut sebagai bentuk respons terhadap konten yang telah dibuat oleh Willie Salim.

Dalam maklumat tersebut, SMB IV dengan tegas mengharamkan kedatangan Willie Salim ke wilayah Palembang sepanjang hidupnya.

"Atas nama Kesultanan Palembang Darussalam dan segenap masyarakat Palembang, kami menyatakan kutukan kepada Willie Salim dan mengharamkan kedatangannya ke Palembang sepanjang umur hidupnya. Demikian maklumat ini kami sampaikan agar menjadi pelajaran bagi kita semua," ujar SMB IV dalam maklumat tersebut yang dikutip pada Selasa, 25 Maret 2025.

Baca Juga: Viral di Tiktok Hingga Ditonton 2,2 Juta, Ini Lirik Lagu ‘Care Kena Bebai’ Dipopulerkan YS Bali

Maklumat ini diberikan dengan syarat bahwa Willie Salim harus memenuhi tuntutan yang diajukan oleh pihak Kesultanan Palembang, yakni untuk memberikan klarifikasi secara jujur dan meminta maaf secara langsung kepada masyarakat Palembang.

Selain itu, Willie Salim juga diminta untuk mengikuti tradisi Tepung Tawar yang merupakan bagian dari adat Melayu Palembang yang tertuang dalam Undang-Undang Simbur Cahayo.

"Mendesak Willie Salim untuk mengikuti tradisi Tepung Tawar atas tindakan Cempalo Mulut sebagaimana adat Melayu Palembang yang tertuang dalam UU Simbur Cahayo," tambah SMB IV.

Sultan Mahmud Badaruddin IV menjelaskan bahwa konten yang dibuat oleh Willie Salim dianggap telah merusak kehormatan budaya Palembang.

 Dalam pandangan Kesultanan Palembang, masyarakat Palembang sangat menghormati tamu dan memiliki tradisi makan yang penuh tata krama.

"Dalam budaya kami, tamu adalah raja yang harus dilayani dengan hormat, bukan dijadikan bahan ejekan," jelasnya.

Baca Juga: Digempur Isu Korupsi Hingga Punya ‘Ani-Ani’, Akun Medsos Ridwan Kamil Diserbu Warganet

Kehilangan rendang di BKB Palembang yang menjadi latar belakang konten tersebut dinilai telah menyinggung perasaan banyak pihak, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai adat dan budaya lokal. Oleh karena itu, Kesultanan Palembang dengan tegas meminta Willie Salim untuk segera mengakui kesalahannya dan memberikan permintaan maaf yang layak di hadapan Majelis Adat Kesultanan Palembang.

Kontroversi ini kini menjadi topik hangat di kalangan masyarakat Palembang dan warganet, dengan banyak yang mendukung langkah Kesultanan Palembang untuk menjaga kehormatan adat dan budaya mereka. Sementara itu, Willie Salim hingga saat ini belum memberikan respons resmi terkait maklumat tersebut, dan masyarakat pun menanti langkah selanjutnya yang akan diambil oleh konten kreator tersebut.

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#willie salim #rendang #kutukan #Kesultanan Palembang