BALIEXPRESS.ID– Seorang dokter residen anestesi yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi ditangkap pihak kepolisian usai dilaporkan melakukan rudapaksa terhadap seorang perempuan penunggu pasien di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Baca Juga: BOCOR! Tanggal dan Tempat Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier Beredar di Media sosial
Kasus ini mencuat ke publik usai diberitakan dan diunggah oleh akun media sosial @radarbandung.
Dalam unggahan tersebut, wajah dan identitas pelaku kini telah tersebar luas dan menuai kemarahan warganet.
Pelaku yang masih berstatus mahasiswa PPDS jurusan Anestesi ini diketahui tengah menempuh semester kedua.
Baca Juga: Libur Lebaran, Pemasukan DTW Kintamani dan Penglipuran Tembus Rp1,9 Miliar
Ia diduga kuat melakukan aksi keji tersebut di area rumah sakit, yang seharusnya menjadi tempat aman bagi pasien dan keluarganya.
Pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan pelaku, termasuk obat bius serta kondom yang masih mengandung sperma.
Barang bukti ini memperkuat dugaan bahwa tindakan pelaku sudah direncanakan sebelumnya.
Unpad pun akhirnya angkat bicara. Melalui Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, pihak kampus membenarkan bahwa pelaku adalah mahasiswa aktif PPDS Anestesi.
“Masuk semester 2,” ujarnya dalam keterangan terpisah.
Baca Juga: Bali Jadi Provinsi dengan Kasus Bunuh Diri Tertinggi, Dr Djaja; Tingginya Bebas Sosial Masyarakat
Peristiwa memalukan ini terjadi pada pertengahan Maret lalu dan telah mencoreng nama baik institusi pendidikan kedokteran maupun dunia medis secara umum.
Publik kini menuntut tindakan tegas dan transparansi dari pihak kampus, rumah sakit, dan aparat penegak hukum.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa sistem seleksi dan pengawasan terhadap calon tenaga medis harus lebih ketat demi menjamin keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Editor : Wiwin Meliana