Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Nah Lho! Bantah Isu Kekerasan dan Eksploitasi Anak OCI, Ini Kesaksian Eks Karyawan Taman Safari Indonesia

Wiwin Meliana • Rabu, 30 April 2025 | 19:18 WIB

Kesaksian Eks Karyawan Taman Safari Indonesia
Kesaksian Eks Karyawan Taman Safari Indonesia

BALIEXPRESS.ID-Taman Safari Indonesia belakangan menjadi perbincangan hangat publik setelah muncul dugaan kekerasan terhadap karyawan dan eksploitasi anak yang pernah tergabung dalam Oriental Circus Indonesia (OCI).

Menanggapi tuduhan tersebut, kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo menghadirkan tiga narasumber yang pernah bekerja puluhan tahun bersama keluarga pendiri Taman Safari.

Baca Juga: Diduga Alami Diskriminasi, Ijazah Pelamar Asal Sumba Dicoret dan Ditolak, Disnaker Bali Tugaskan Tim Dalami Kasus

Tiga sosok tersebut adalah Murni, pawang gajah sejak 1971, Johannes, sopir sejak 1999 dan Girah, asisten rumah tangga keluarga Hadi Manansang selama 43 tahun.

Dalam wawancara podcast yang dipublikasikan pada Rabu (23/4/2025) dan telah ditonton lebih dari 1 juta kali per 29 April 2025 itu, ketiganya membantah tuduhan kekerasan maupun eksploitasi terhadap anak-anak pemain sirkus.

Salah satu isu yang mencuat adalah pengakuan Butet, mantan anak pemain OCI, yang mengaku pernah disuruh makan kotoran gajah oleh pihak pengelola.

Dikutip dari kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, saat dikonfirmasi oleh Denny Sumargo, Murni mengklarifikasi bahwa hal itu tidak pernah terjadi.

“Nggak mungkin pak, itu kan karena anak-anak ini disayangi sama pimpinan untuk show,” jawab Murni dikutip pada Rabu (30/04/2025).

Murni juga menolak tudingan kekerasan oleh Frans dan Jansen Manansang, dua tokoh pengelola Taman Safari.

“Kalau mereka juga enggak baik, ya enggak mungkin saya sampai 54 tahun, Pak,”imbuhnya.

Terkait tuduhan anak-anak OCI dikurung, Girah membantah dengan tegas.

Baca Juga: Keuangan dan Operasional Perbankan Tunjukkan Kinerja Positif Kuartal I 2025

“Saya tidak pernah melihat kalau anak-anak ini dikurung, tidak bisa keluar,”  ujar Girah.

Johannes juga membantah tudingan tersebut dengan menyebut anak-anak mendapatkan hak libur dan rekreasi secara rutin.

“Setiap minggu mereka pasti ada liburnya… mau ke mall, wisata alam, atau wisata laut,” tambahnya.

Menanggapi kabar pelarian Vivi, salah satu anak OCI, Murni mengatakan pernah mendengar bahwa hal itu dipicu oleh masalah pribadi

“Katanya ada janji pacar… ngajak lari kawin gitulah,” jawab Murni.

Ibu Girah turut mengungkap bahwa Vivi selama tinggal bersama keluarga pengelola dirawat layaknya keluarga sendiri

“Pakaian semua bagus… betul-betul diurusin sama istrinya Pak Frans,” tambah Girah.

Terkait tuduhan kekerasan fisik seperti pemukulan, penendangan, dan penyetruman,  Johannes menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyaksikan hal itu selama bekerja sejak 1999.

Baca Juga: Triwulan Pertama 2025 Naik 0,5 Persen, Bandara Ngurah Rai Layani 5,2 Juta Penumpang dan Masuk 10 Besar Bandara Terbaik Asia

“Enggak ada sampai yang disebarkan di berita sekarang ini,” ujar Johannes.

Johannes menambahkan bahwa senioritas memang berlaku dalam pelatihan akrobat, namun hanya sebatas tindakan mendisiplinkan

“Biasalah dicubitlah kalau salah latihan… supaya cepat bisa akrobatnya,” jelasnya.

Denny Sumargo sempat menyinggung mengenai isu paling ekstrem yang beredar menyebut adanya penyetruman alat kelamin anak-anak, yang dibantah keras oleh Girah.

“Saya tidak pernah melihat itu dan mendengar pun tidak pernah… kalau gajah iya disetrum kalau nakal.” Pungkas Girah.

 

 

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#tuduhan #Bantah #oriental circus indonesia #kekerasan #karyawan #taman safari