BALIEXPRESS.ID-Perdebatan antara Aura Cinta dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi viral usai tayangan video yang diunggah di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada Sabtu, 26 April 2025.
Dalam video yang telah ditonton sebanyak 3,9 juta kali per 30 April 2025 itu, Aura menyampaikan penolakannya mengenai larangan wisuda untuk jenjang TK hingga SMA.
Baca Juga: Pohon Tumbang di Dekat Goa Jepang Klungkung, Lalu Lintas Sempat Tersendat
Dedi Mulyadi menegaskan wisuda bukanlah kebutuhan utama, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Menanggapi polemik tersebut, Dedi memberikan klarifikasi lewat akun Instagram @dedimulyadi71 pada Selasa, 29 April 2025.
“Dear all netizen, ini terkait dengan dialog saya bersama Aura,”tulisnya pada postingan di akun Instagram @dedimulyadi71.
Dalam unggahan tersebut Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa diskusinya dengan Aura bertujuan untuk menggambarkan masa depan anak-anak.
“Perlu dipahami oleh kita semua, dialog saya dengan Aura itu adalah dialog yang ingin menggambarkan tentang masa depan anak-anak,” ujar Dedi, dikutip Rabu (30 April 2025).
Ia menegaskan bahwa Aura tidak lagi bisa dikategorikan sebagai anak remaja karena telah lulus SMA dan sudah mandiri secara finansial.
“Menurut saya sudah dalam kategori dewasa, karena usianya hampir 20 tahun, dia sudah menjadi bintang iklan, sudah bisa mencari uang oleh dirinya sendiri, jadi bukan kategori remaja apalagi anak-anak,” katanya.
Dedi juga menyinggung keresahannya terhadap kondisi remaja masa kini yang menurutnya sudah menjurus pada tindakan kriminal.
“Problem remaja hari ini itu sudah menjadi problem aku bahkan mengerikan, tindakan-tindakannya sudah menjurus pada kriminal,”ungkapnya.
Ia mencontohkan dua anak SMP di sebuah daerah yang tega menghabisi kakeknya karena dilarang keluar malam untuk bermain game.
“Ini adalah fakta, kebiasaannya main Mobile Legends sampai jam 4 dini hari karena mendapat fasilitas WiFi gratis di taman,” jelasnya.
Dedi mengajak semua pihak untuk melakukan aksi nyata dalam menangani persoalan sosial ketimbang sekadar berdiskusi.
“Kalau enggak, saudara-saudara kita akan mengalami penyesalan karena anak-anaknya masuk ke dalam keterpurukan,” tegasnya.
Video tersebut memicu lebih dari 4 ribu komentar dari netizen, mayoritas menyayangkan sikap Aura yang dianggap kurang sopan terhadap tokoh yang lebih tua.
Baca Juga: Jansen Manangsang Buka Suara: Bantah Kekerasan di Balik Panggung Sirkus, Begini Katanya
“Tp Aura teu sopan pak..bicara sm bapak ky gak punya adab.” Tulis akun @elsha_kj87
“Oalahh.. Tuh Khan yg suka salahin Pak Gub.. Pak Gub ini sebelum melakukan apapun selalu ada data dulu mantap.” Tulis akun @dapoer.distro.
“Cung siapa kemaren yg bilang kdm hrus bisa membedakan diskusi sm anak2 dan diskusi sm org dewasa, Aura bkn anak2 lg wey..” Tulis akun @yanceu_badilla.
“Dia itu bad attitude bgt pak, harus di perbaiki watak ngeselin nya, dan harusnya sebelum dia berani mengkritik bapak, dia juga berpikir akan resiko yg dia dapat setelahnya, jd ya harus bisa terima konsekuensi nya.” Tulis akun @kholifaanisa18.
“Betul pak dia sudah dewasa dan harus nya paham bagaimana bicara dengan org yg lebih tua adab dan akhlak adalah yg utama .. bagaimana pun peran orang tua adalah yg no 1 dlm mendidik anak2 nya...ajaran agama penting untuk anak2 jaman skrg...tolong lah orang tua nya diajari anak nya adab bercicara dan perbaiki akhlak nya...sybjuga org tua yg selalu belajar mendidik anak2 sy untuk jdi lebih baik lgi...” Tulis akun @lalajoppes.
Sumber kutipan dari akun Instagram @dedimulyadi71 menekankan bahwa dialog dengan Aura adalah cerminan keprihatinannya terhadap masa depan generasi muda.
.
Editor : Wiwin Meliana