Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gubernur Dedi Mulyadi Ancam Pecat Guru yang Beri Soal Gambar Alat Kelamin: Besok Saya Berhentikan

Wiwin Meliana • Kamis, 1 Mei 2025 | 18:12 WIB

Dedi Mulyadi menanggapi video viral guru meminta siswa gambar alat kelamin
Dedi Mulyadi menanggapi video viral guru meminta siswa gambar alat kelamin

BALIEXPRESS.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi tegas kasus viral seorang guru di Bandung yang memberikan soal ujian kepada murid untuk menggambar alat kelamin sendiri.

Dalam pernyataannya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025), Dedi menyatakan akan langsung memberhentikan guru tersebut jika terbukti benar.

Baca Juga: HEBOH! Guru SMA di Bandung Barat Viral Usai Beri Tugas Murid Gambar Alat Kelamin

“Kalau guru itu ada, sebutin gurunya di mana? SMA mana? Besok saya berhentikan. Kita cek langsung,” ujar Dedi dengan nada tegas.

Ia menegaskan bahwa tidak akan memberi toleransi kepada pendidik yang tidak mencerminkan semangat dan nilai-nilai pendidikan.

“Kita cek langsung, pokoknya kita tidak akan ada toleransi guru-guru yang tidak mencerminkan spirit pendidikan,” tambahnya.

Baca Juga: Bintang Keturunan Belanda Pilih Mundur dari Timnas Wanita Indonesia! Ada Apa dengan PSSI?

Pernyataan ini menyusul viralnya video seorang guru biologi yang memberikan soal ujian kepada siswa untuk menggambar alat kelamin milik sendiri.

Dalam video tersebut, tampak jelas soal bertuliskan: “Gambar alat kelamin punya sendiri.”

Guru yang diketahui aktif di media sosial itu disebut-sebut mengajar di salah satu SMA Negeri di Bandung dan dikenal dengan metode pengajaran interaktif yang selama ini dianggap menyenangkan.

Namun, unggahan soal tersebut menuai kontroversi karena dinilai tidak etis dan kurang sensitif terhadap norma serta batasan ruang belajar.

Baca Juga: Terlibat TPPU, Kejagung Temukan Rp920 Miliar dan 51 Kg Emas di Rumah Eks Pejabat MA Zarof Ricar

Warganet ramai-ramai mengkritik keputusan sang guru, bukan hanya karena isi soal yang dianggap tidak pantas, tetapi juga karena kegiatan ujian dengan materi sensitif itu diunggah ke media sosial, sehingga terbuka untuk konsumsi publik.

Sampai saat ini, identitas guru dan sekolah belum diungkap secara resmi oleh pihak berwenang, namun Gubernur Dedi memastikan akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan segera.

 

Editor : Wiwin Meliana
#pecat #guru sma #alat kelamin #dedi mulyadi