Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Siapa Hercules? Jejak Kelam Mantan Penguasa Tanah Abang yang Kini Pimpin Ormas Kontroversial GRIB

Putu Ayu Aprilia Aryani • Senin, 5 Mei 2025 | 19:47 WIB

Profil Hercules Rosario de Marshall
Profil Hercules Rosario de Marshall

BALIEXPRESS.ID-Bali tengah diramaikan oleh polemik terkait keberadaan organisasi masyarakat GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu).

Nama Hercules, Ketua Umum GRIB kembali mencuat ke publik setelah GRIB dianggap sebagai bentuk premanisme berkedok ormas oleh sejumlah pihak.

Dikutip dari berbagai sumber, Rosario de Marshall atau lebih dikenal sebagai Hercules lahir pada 27 Mei 1968 di Timor Timur yang saat itu masih dikuasai Portugis.

Masa kecilnya diwarnai konflik dan kekacauan akibat invasi militer Indonesia ke Timor Timur pada tahun 1975.

Ia pertama kali berinteraksi dengan militer Indonesia pada usia muda, menjadi tenaga bantuan operasi (TBO) yang membantu logistik pasukan Kopassus.

Baca Juga: Tragedi Pagi di Simpang Pura Demak: Nyawa Pengendara Motor Melayang Usai Bertabrakan Dengan Truk

Hercules kehilangan kedua orang tuanya dalam pemboman di Ainaro tahun 1978, yang membuatnya yatim piatu di usia belia.

Ia kemudian direkrut oleh militer dan diberi nama sandi “Hercules” oleh tim komunikasi radio Kopassus.

Pada usia 12 tahun, tangannya putus akibat kecelakaan helikopter saat terlibat pertempuran melawan kelompok pro-kemerdekaan Falintil.

Setelah kecelakaan itu, ia dibawa ke Jakarta untuk menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto atas bantuan Prabowo Subianto.

Sejak saat itu, hubungan emosional Hercules dan Prabowo terjalin erat dan bertahan hingga kini.

Pada akhir 1980-an, Hercules menetap di Jakarta bersama beberapa pemuda asal Timor Timur yang juga eks TBO.

Ia sempat bekerja sebagai teknisi listrik sebelum akhirnya meninggalkan pekerjaan dan berpindah ke Tanah Abang.

Di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Hercules membentuk geng preman bersama rekan-rekannya dari Timor Timur.

Kelompok ini menguasai bisnis ilegal seperti pemerasan, pengamanan, jaminan, hingga prostitusi, dan mendominasi kawasan pada awal 1990-an.

Pada puncak kekuasaannya, Hercules dijuluki sebagai "penguasa Tanah Abang" dan memiliki pengaruh besar dalam dunia kejahatan Jakarta.

Namun, pada akhir 1990-an, kekuasaannya runtuh akibat konflik internal dan hilangnya dukungan militer.

Setelah gagal mempertahankan kekuasaan, ia disingkirkan oleh geng-geng lokal seperti geng Betawi dan Madura yang dipimpin Bang Ucu dan Abraham Lunggana.

Setelah jatuh dari dunia bawah tanah, Hercules sempat keluar masuk penjara atas berbagai kasus kekerasan dan kriminalitas.

Setelah bebas, ia membangun kembali dirinya melalui bisnis legal seperti penagihan utang, pertanian, dan perikanan.

Baca Juga: Foto Pelantikan Viral Catut Atribut Partai, Gerindra Bali Tegaskan Tak Berafiliasi dengan GRIB

Hercules menjadi tokoh berpengaruh di kalangan migran Indonesia Timur karena menyediakan jaringan dan perlindungan.

Pada 2010, ia memutuskan menjadi mualaf setelah menikah dengan wanita bernama Nia Dania yang membimbingnya mendalami Islam.

Sejak menjadi muslim, ia kerap terlihat menghadiri acara keagamaan dan menjalin hubungan dekat dengan ulama seperti Habib Luthfi dan Ustadz Abdul Somad.

Pada 2011, Hercules mendirikan organisasi bernama Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) yang bergerak di bidang sosial dan politik.

GRIB disebut sebagai kendaraan politik Hercules untuk mengonsolidasikan massa dalam mendukung Prabowo Subianto.

Hercules menjadi pendukung setia Prabowo sejak Pilpres 2014 hingga saat ini.

Baca Juga: PKB XLVII Pemprov Bali Alokasikan Rp 9 Miliar, Presiden Prabowo Belum Konfirmasi Kehadiran

Kini, namanya kembali menjadi sorotan setelah GRIB muncul di Bali dan menuai kritik sebagai ormas berwajah premanisme.

 

Editor : Wiwin Meliana
#hercules #GRIB #mantan penguasa #ormas