Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral! Anak Bawa Celurit, Ibu Minta Dimasukkan ke Barak Militer, Netizen: Bukan Jalan Pintas Masuk TNI!

Putu Mita Damayanti • Selasa, 6 Mei 2025 | 21:13 WIB
CURHAT: Curhat sang ibu ketika bertemu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang meminta anaknya dimasukkan ke barak militer.
CURHAT: Curhat sang ibu ketika bertemu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang meminta anaknya dimasukkan ke barak militer.

BALIEXPRESS.ID — Seorang ibu mendatangi Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, dengan permintaan yang tak biasa.

Dia ingin anaknya yang terlibat kasus kekerasan dimasukkan ke barak militer. 

Permintaan ini sontak menyita perhatian publik, terlebih karena sang anak diketahui membawa celurit dan melukai temannya sendiri.

Kejadian bermula dari ejekan yang diterima sang anak, baik secara langsung maupun melalui media sosial. 

Menurut sang ibu, korban sempat mem-posting foto anaknya di Instagram dan menutupi wajahnya dengan stiker monyet. 

Hal itu membuat pelaku merasa dipermalukan dan akhirnya melampiaskan kemarahannya dengan kekerasan fisik.

Sang ibu tidak menutup-nutupi kesalahan anaknya. Ia mengaku bahwa anaknya sendiri yang membeli celurit itu, bukan karena disuruh atau diprovokasi orang lain. 

Ia pun berharap, dengan masuk ke barak militer, anaknya bisa dibina dan diarahkan ke jalan yang lebih baik.

Namun permintaan itu malah memicu perdebatan di kalangan netizen.

Banyak yang khawatir bahwa anak-anak bermasalah bisa saja memanfaatkan program pelatihan militer sebagai jalan pintas untuk masuk institusi seperti TNI, tanpa melalui prosedur dan seleksi yang benar.

Salah satu komentar yang menyita perhatian datang dari akun @fahrizalapriyanto3725.

Ia menulis, “Pak Dedi, tolong diselidiki benar-benar. Kalau dikit-dikit dimasukkan ke barak militer, takutnya disalahgunakan. Anak yang benar-benar nakal dan ikut tawuran itu bisa dicek polisi, takutnya ini jadi aji mumpung biar bisa masuk TNI secara cuma-cuma.”

Komentar-komentar serupa juga membanjiri unggahan video pertemuan ibu tersebut dengan Kang Dedi. 

Warganet meminta agar pemerintah berhati-hati dalam menangani anak-anak yang terlibat kasus kekerasan agar tidak disamaratakan dan tetap diproses secara hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kang Dedi Mulyadi terlihat mendengarkan curahan hati sang ibu dengan tenang. 

Belum ada pernyataan resmi dari beliau terkait permintaan sang ibu, namun masyarakat menantikan langkah apa yang akan diambil pemerintah provinsi dalam menanggapi kasus ini.

Di sisi lain, kasus ini membuka mata banyak pihak tentang maraknya kekerasan di kalangan remaja, terutama yang dipicu oleh media sosial. 

Ejekan, bullying, dan penghinaan secara daring ternyata bisa berdampak nyata di dunia nyata.

Pertanyaannya kini, apakah pendekatan militer adalah solusi tepat untuk membina remaja yang bermasalah?

Ataukah justru pendekatan psikologis dan edukatif yang lebih diperlukan?

Masyarakat pun menunggu kebijakan bijak dari Kang Dedi dalam menghadapi dilema ini. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#anak #gubernur #ibu #barak militer #tni #celurit #netizen #jabar