BALIEXPRESS.ID – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan tegas kepada organisasi masyarakat (ormas).
Dia meminta agar ormas bersikap tertib dan tidak melakukan tindakan memalak atau mengganggu aktivitas investasi di Indonesia.
Peringatan ini disampaikan menyusul keluhan dari sejumlah investor yang merasa terganggu dengan ulah oknum ormas di lapangan.
Hal tersebut diungkapkan Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin malam (6/5).
“Bapak Presiden menekankan, ormas harus tertib. Jangan mengganggu apalagi sampai memalak. Ini jadi perhatian serius,” tegas Dudung.
Dudung menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup ruang bagi ormas untuk berkontribusi. Justru, kata dia, ormas yang ingin bersinergi dan mendukung pembangunan nasional, dipersilakan memberikan masukan serta bekerja sama secara konstruktif.
“Silakan ormas bersinergi dengan pemerintah. Tapi jangan sampai keluar dari koridor hukum dan ketertiban,” ujarnya.
Menanggapi isu yang sempat viral di media sosial terkait dugaan aparat TNI takut terhadap ormas tertentu, Dudung membantah keras anggapan tersebut.
“Tidak benar itu. Tidak ada istilah TNI takut pada ormas,” kata mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyuarakan kekhawatiran pelaku usaha terhadap aksi premanisme yang mengganggu iklim investasi.
Ia menyebut beberapa investor bahkan ragu menanamkan modal karena ulah segelintir ormas yang bertindak di luar batas.
Pernyataan Presiden Prabowo dinilai sebagai bentuk komitmen tegas pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang aman dan kondusif. (*)
Editor : Nyoman Suarna