BALIEXPRESS.ID— Sebuah video yang memperlihatkan aktivitas memandikan babi di saluran irigasi persawahan Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, viral di media sosial dan memicu keresahan warga.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 6 Mei 2025, di tepi Jalan Pantura, dan melibatkan empat truk pengangkut babi.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pria sedang memandikan babi di atas mobil pikap, sementara air bekasnya mengalir langsung ke saluran irigasi yang digunakan untuk mengairi sawah-sawah warga.
Seorang warga, Jay Kresna, menyatakan kekesalannya atas kejadian tersebut.
Ia menilai tindakan itu tidak hanya jorok, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan warga, terutama karena air bekas memandikan hewan yang dianggap najis itu mengalir ke areal persawahan yang luas.
Baca Juga: Telanjangi 3 Pemuda Diduga Curi Tabung Gas, Polda Bali Tetapkan 6 Orang Tersangka
“Ini memandikan babi di pinggir sawah, dan airnya mengalir ke sawah. Ribuan sawah terkontaminasi najis,” ujar Jay Kresna, dalam video yang diunggah dan dikutip pada Kamis (8/5/2025).
Jay juga tampak menegur para pelaku secara langsung dalam video tersebut.
Kejadian ini kemudian menjadi perbincangan hangat di dunia maya, dengan warganet ramai-ramai mengomentari dan mengecam aksi tersebut.
Warga berharap ada tindakan dari pihak berwenang agar kejadian serupa tidak terulang dan irigasi pertanian tetap bersih dan aman untuk digunakan.
Namu nada juga yang menyayangkan sikap si perekam yang dinilai tak beradab dalam menegur sesama ciptaan Tuhan.
Baca Juga: BNI Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok Undian Rejeki wondr BNI
“Kalo banyak saluran pembuangan kamar mandi mengalir ke salurah sawah itu gimana sob?” tulis akun @rasmitaketoet58.
“Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung, kan memang di sana mayoritas muslin, ya harus dihormati, lagian mandikan sembarangan, beda lagi kalau di Bali, menurut saya wajar sih yaw ajar melarang,” tulis akun @dwi.erika.
Editor : Wiwin Meliana