BALIEXPRESS.ID-Suasana duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, setelah tiga balita meregang nyawa dalam kebakaran hebat yang terjadi pada Selasa, 6 Mei 2025.
Baca Juga: Bobby Nasution Geram: Setelah Tusuk Gigi Rp100 Juta, Kini Ada Anggaran Busi Racing di Dinas Sosial
Ketiga anak malang itu tewas terjebak di dalam rumah yang dilalap api, sementara sang ibu diketahui sedang keluar rumah.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.20 WITA di rumah milik AD, ibu dari para korban.
Api dengan cepat membesar dan menghanguskan hampir seluruh bagian rumah sebelum berhasil dipadamkan oleh dua unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi.
Tragedi ini menewaskan dua balita di tempat kejadian perkara (TKP), yaitu ZK (1) dan NJ (2).
Sementara satu korban lainnya, NW (2), sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka bakar parah yang mencapai 60 hingga 70 persen. Kakak tertua mereka, SN (4), berhasil selamat dan kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Baca Juga: Pesta Kelulusan Undang DJ Menjamur di Buleleng, AWK: Sekolah dan Dinas Akan Dipanggil
Menurut informasi yang dihimpun, saat insiden terjadi, AD tidak berada di rumah. Ia dikabarkan sedang keluar untuk membeli makanan bersama kekasihnya, SK. Saat kembali, AD dan SK terkejut melihat rumah sudah dilalap si jago merah.
Kesedihan mendalam tak bisa ditahan oleh AD saat melihat rumahnya rata dengan tanah dan ketiga anaknya telah tiada. Tangis dan jeritan pilu ibu tersebut sempat terdengar dari lokasi kejadian, mengundang simpati dan keprihatinan warga sekitar.
Baca Juga: Turut Bangun Pondasi SDM Unggul, BRI Perkuat Pendidikan di Daerah 3T dengan Teknologi
Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran. Berdasarkan keterangan dari beberapa saksi mata, dugaan sementara mengarah pada gangguan listrik—terutama meteran listrik yang diketahui sering jatuh atau bermasalah sebelumnya.
Kebakaran tragis ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah tangga, terutama saat meninggalkan anak-anak kecil tanpa pengawasan orang dewasa. Kepolisian dan dinas kebakaran juga mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah guna menghindari musibah serupa.
Editor : Wiwin Meliana