Papua Berduka! Dua Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur Ditembak OPM, Dendam Membara?
I Putu Suyatra• Sabtu, 17 Mei 2025 | 00:47 WIB
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). (Istimewa)
BALIEXPRESS.ID – Kabar tragis mengguncang Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz di Papua Tengah. Dua personel terbaik mereka dilaporkan gugur dalam serangan penembakan brutal yang diduga dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Puncak Jaya pada Kamis (15/5/2025) waktu setempat.
Insiden memilukan ini menimpa Bripda Dedi Kristian S Tambunan, seorang anggota Banit Subden I Wanteror Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Papua, dan Bharada Kain Rerey, anggota Kompi 4 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Papua. Keduanya meregang nyawa setelah mengalami luka tembak yang sangat parah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Bripda Dedi Tambunan mengalami luka tembak di dada yang menembus hingga ke bagian punggung.
Sementara itu, Bharada Kain Rerey menderita luka tembak di dada yang menembus ke samping, serta luka tembak lainnya yang juga menembus dada hingga ke punggung.
Aksi Balas Dendam OPM? Jejak Motor Pemimpin yang Dilumpuhkan Jadi Petunjuk Mengerikan
Spekulasi kuat menyebutkan bahwa penembakan keji ini merupakan aksi balasan dari OPM atas keberhasilan operasi penindakan TNI yang sebelumnya berhasil melumpuhkan salah satu pemimpin kelompok separatis bersenjata di Papua, Bumi Walo Enumbi.
Indikasi yang mengarah pada dugaan ini adalah ditemukannya sepeda motor CRF milik Bumi Walo Enumbi yang digunakan oleh pelaku penembakan.
Bumi Walo Enumbi sendiri tewas dalam operasi TNI di Kampung Kalome, Distrik Ilamburawi, Puncak Jaya, pada pekan sebelumnya.
Penyerangan terhadap dua personel Polri ini terjadi di Kampung Usir, Distrik Mulia, Puncak Jaya.
Satgas Operasi Damai Cartenz dengan sigap telah mengidentifikasi kelompok pelaku penembakan sebagai kelompok separatis bersenjata yang dipimpin oleh Ternus Enumbi.
Tim Satgas langsung bergerak cepat membawa kedua korban ke RSUD Mulia.
Namun, takdir berkata lain, nyawa kedua Bhayangkara muda tersebut tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan gugur dalam tugas.
Kini, tim Satgas Operasi Damai Cartenz telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku.
Langkah tegas ini menunjukkan komitmen aparat keamanan untuk menindak tuntas aksi brutal kelompok separatis dan memberikan keadilan bagi para korban.
Tragedi ini menambah daftar panjang personel keamanan yang gugur dalam menjaga kedaulatan dan keamanan di Papua. Pertanyaan besar kini muncul: sampai kapan aksi kekerasan dan pertumpahan darah ini akan terus terjadi?