Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bergabung dengan Militer Rusia, Ini yang Membuat Satria Arta Kumbara Merasa Bangga

Nyoman Suarna • Sabtu, 17 Mei 2025 | 01:50 WIB
OPERASI MILITER: Satria Arta Kumbara viral di media sosial, pecatan marinir mengaku ikut operasi militer Rusia.
OPERASI MILITER: Satria Arta Kumbara viral di media sosial, pecatan marinir mengaku ikut operasi militer Rusia.

BALIEXPRESS.ID – Nama Satria Arta Kumbara menjadi sorotan setelah aksi nyentriknya bergabung dengan militer Rusia viral di media sosial.

Keputusan tersebut tidak hanya menuai kontroversi, tetapi juga berdampak serius: kewarganegaraan Indonesia-nya resmi dicabut.

Mantan prajurit TNI AL dari Leting 110 ini secara terbuka mengaku bangga menjadi satu-satunya warga asal Indonesia yang kini aktif di kesatuan militer Rusia.

Lewat akun TikTok @zstorm689, Satria menyampaikan kebanggaannya, meskipun harus kehilangan status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

“Saya satu-satunya dari Indonesia,” ujarnya dalam video yang diunggah pada Jumat (16/5).

Tak hanya itu, Satria juga menyoroti keunggulannya dalam berbahasa yang disebutnya mempermudah dirinya menembus militer asing.

Ia mengklaim menguasai empat bahasa, yaitu Inggris, Rusia, Arab, dan Indonesia.

“Kemampuan bahasa menjadi bekal penting saya,” ungkapnya dengan percaya diri.

Terkait statusnya, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa Satria Arta Kumbara telah memenuhi unsur kehilangan kewarganegaraan sesuai peraturan yang berlaku.

“Bergabung dengan dinas militer negara asing tanpa izin Presiden otomatis menyebabkan kehilangan kewarganegaraan. Hal ini sesuai dengan Pasal 23 huruf d dan e UU No. 12 Tahun 2006 serta Pasal 31 ayat (1) huruf c dan d PP No. 2 Tahun 2007,” jelas Supratman, Selasa (13/5).

Ia menambahkan, Kementerian Hukum dan HAM telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta KBRI Moskow untuk segera memverifikasi dan menyampaikan laporan resmi terkait status kewarganegaraan Satria.

“Kami sudah instruksikan agar KBRI di Moskow segera mengonfirmasi informasi ini dan menyampaikan laporan resmi sebagai dasar administrasi pencabutan kewarganegaraan,” tegas Supratman.

Langkah pemerintah mencabut kewarganegaraan Satria sesuai dengan mekanisme hukum yang ketat. Namun di sisi lain, publik masih menyoroti motivasi pribadi Satria yang menyebut bahwa keputusannya bergabung dengan militer Rusia hanya untuk "mencari penghidupan yang lebih baik".

Aksi Satria menambah deretan kasus hilangnya kewarganegaraan WNI karena alasan keterlibatan dalam institusi asing tanpa izin resmi, sebuah pelanggaran serius terhadap integritas kewarganegaraan. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#Rusia #satria arta kumbara #militer #bangga #bahasa #tni al