BALIEXPRESS.ID-Kang Dedi Mulyadi menyampaikan pernyataan terbuka kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait perlindungan anak di Jawa Barat.
Melalui akun resmi @dedimulyadi71, terlihat Dedi mengucapkan terima kasih atas kritik yang diberikan KPAI terhadap langkah-langkah yang telah diambil pemerintah daerah Jawa Barat dalam upaya perlindungan anak.
Baca Juga: Sidang Nenek 92 Tahun Tuai Simpati, AWK Minta Proses Hukum Kedepankan Sisi Kemanusiaan
"Saya mengucapkan terima kasih kepada KPAI yang terus memberikan kritik kepada tindakan-tindakan yang kami lakukan. Saya meyakini KPAI lebih mumpuni dari segi kapasitas, kualitas, dan kapabilitas organisasi serta SDM di dalamnya, karena memang tugasnya melindungi anak-anak di Indonesia," ujar Dedi Mulyadi.
Dedi menjelaskan bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintah daerah lebih didorong oleh rasa kemanusiaan dan tanggung jawab.
"Tindakan yang kami lakukan itu lebih didorong oleh rasa kemanusiaan dan tanggung jawab karena begitu kompleksnya problem anak-anak di Jawa Barat dan banyak orang tua tidak memiliki kesanggupan lagi untuk menangani," tambahnya.
Ia mengibaratkan situasi darurat yang dihadapi pemerintah daerah seperti penanganan bencana.
Baca Juga: Arya Wedakarna Desak Kapolri Tinjau Penetapan Tersangka Pecalang di Besakih
"Ketika ada kebuntuan, maka saya dan seluruh bupati walikota harus memberikan jalan meskipun jalan itu darurat. Ketika ada bencana, bisa jadi ada orang yang sakit yang menanganinya bukan dokter spesialis, tetapi perawat," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengungkapkan fakta mengejutkan tentang kasus kekerasan seksual terhadap anak di Jawa Barat.
Menurutnya, hampir setiap hari ia menerima laporan dan bekerja sama dengan para Kapolres seluruh Jawa Barat untuk menindak pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
"Banyak kasus yang dilakukan oleh ayah kandung, ayah tiri, paman, bahkan kakek dari anak-anak berusia 10 sampai 15 tahun. Ada juga yang dilakukan oleh oknum guru mengaji, dan ini hampir merata di setiap kabupaten di Jawa Barat," ungkap Dedi dengan nada prihatin.
Baca Juga: PARAH! Ribut Usai Mabuk, Sopir dan Buruh Kupas Bawang Baku Hantam di Klungkung
Dedi mengajak KPAI untuk segera turun ke daerah-daerah dan menggerakkan jaringan di tingkat lokal untuk melakukan perlindungan terhadap anak-anak.
"Mari kita bergandengan tangan, bekerja sama untuk melindungi anak Indonesia," pungkasnya.
Editor : Wiwin Meliana