Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Usai Pendidikan di Barak Militer, KDM Angkat 13 Siswa Jadi Anak Asuh, Alasannya Bikin Nangis

Wiwin Meliana • Rabu, 21 Mei 2025 | 18:44 WIB

 

Momen harus sejumlah siswa memeluk Gubernur KDM usai Pendidikan di Barak Militer
Momen harus sejumlah siswa memeluk Gubernur KDM usai Pendidikan di Barak Militer

 

BALIEXPRESS.ID-Suasana haru menyelimuti upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2025 tingkat Provinsi Jawa Barat di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Selasa (20/5/2025). Ratusan siswa peserta program Pendidikan Karakter Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi yang telah mengikuti pelatihan selama dua pekan, akhirnya dipulangkan kepada orang tua mereka.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Kasih Bonus Rp25 Juta ke Siswa Dodik, Tegaskan Uang Dari Hasil Ngonten

Sebanyak 273 siswa SMA dari berbagai daerah di Jawa Barat tampil gagah sebagai bagian dari formasi upacara, menandai berakhirnya program pendidikan berkarakter berbasis barak militer gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Tangis haru pecah saat para orang tua menemui anak-anak mereka usai upacara. Pelukan hangat, air mata, bahkan sujud anak di kaki ibunya menjadi pemandangan menyentuh. Namun, di tengah suasana penuh kehangatan itu, beberapa siswa terlihat berdiri sendiri, tak dijemput siapapun.

Baca Juga: Kerap Jadi Lokasi Pelanggaran Lalin, Polisi Tindak Pengendara di Simpang Cokro-Gatsu

Mengetahui hal tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi langsung mengambil tindakan spontan yang mengundang simpati. Ia memanggil siswa-siswa yang tidak didatangi orang tua mereka dan memeluk mereka satu per satu.

“Yang ibunya gak datang, kamu lari ke sini,” ucap Dedi menggunakan pengeras suara dari depan Gedung Sate, seperti terekam dalam video yang diunggah kanal YouTube Humas Jabar.

Dedi kemudian menyatakan bahwa seluruh siswa yang tidak dijemput atau telah kehilangan orang tua akan diangkat menjadi anak asuhnya.

Baca Juga: Preman Berkedok Juru Parkir Serang Polisi Saat Razia di Kemayoran

“Kamu semua nanti jadi anak saya. Kalau kamu bersedia tinggal di Bandung, kamu saya sekolahkan di Bandung. Saya khawatir kalau balik ke rumah malah nanti berubah lagi,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh kepedulian.

Dedi menegaskan, 13 anak di antara mereka telah resmi menjadi anak asuhnya. Mereka berasal dari latar belakang keluarga yang beragam—ada yang telah kehilangan orang tua, ada pula yang ditinggal ibunya bekerja sebagai tenaga kerja di luar negeri, atau berasal dari keluarga yang telah bercerai.

Baca Juga: Sosialisasi di Payakumbuh, Wamen Ossy Sebut Pendaftaran Tanah Ulayat sebagai Bentuk Penghormatan Negara terhadap Adat dan Tradisi

“Ada 13 anak yang hari ini bersama saya karena tidak dijemput orang tuanya, atau sudah tidak memiliki ayah dan ibu, atau ayahnya berpisah dengan ibunya dan ibunya menjadi tenaga kerja di luar negeri,” tulis Dedi dalam unggahan Instagram @dedimulyadi71, Rabu (21/5/2025).

Langkah ini kembali menegaskan gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang dikenal dekat dengan rakyat dan sering mengambil tindakan langsung di luar kebiasaan birokrasi formal. Ia tidak hanya mengampanyekan pendidikan karakter, tetapi juga memberi teladan nyata tentang empati dan tanggung jawab sosial.

Editor : Wiwin Meliana
#barak militer #dedi mulyadi #anak asuh