BALIEXPRESS.ID-Sebuah video yang merekam keluhan seorang pasien di RSUD Haji Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi viral di media sosial.
Baca Juga: VIRAL! Cewek Ini Pamer Dikawal Patwal Gara-Gara Telat Nail Art, Bikin Netizen Murka
Dalam video tersebut, pasien mengklaim mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari petugas rumah sakit yang diduga melarang warga untuk sakit jika tidak memiliki biaya pengobatan.
Dalam video yang diunggah oleh akun @pojoksatuid pada Raby (21/5), menampilkan seorang yang diduga tenaga kesehatan sedang disorot kamera ponsel oleh pasien.
Baca Juga: Bareskrim Polri Ungkap Jaringan 'Fantasi Sedarah' dan 'Suka Duka', Enam Tersangka Ditangkap
Dalam rekaman tersebut, pasien menyatakan bahwa petugas rumah sakit telah mengeluarkan pernyataan yang menyinggung terkait ketidakmampuan finansial pasien.
"Ini orangnya bilang, jangan ko beng sakit kalau mau ko gratis. Kita bilang begitu tadi, Pak," ujar pasien dalam video yang viral tersebut.
Baca Juga: BBPOM Denpasar Soroti Pola Konsumsi Remaja Terkait Kasus Diabetes
Menanggapi video viral tersebut, Kepala Bidang Humas dan Pemasaran RSUD Haji Makassar, Supriaty, memberikan klarifikasi dan membantah adanya ucapan yang dimaksud dari tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.
"Tidak ada pernyataannya nakes yang mengatakan bahwa... dia (pasien), kan, yang ngomong. Dia yang ngomong bahwa ada kata-kata seperti itu (larang warga sakit jika tidak punya biaya)," jelas Supriaty.
Baca Juga: Ketua DPRD Bangli Soroti Gedung Sentra IKM Bambu Miliaran Rupiah yang Sepi Aktivitas
Menurut Supriaty, pernyataan kontroversial tersebut justru berasal dari pasien itu sendiri, bukan dari tenaga kesehatan RSUD Haji Makassar.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa tidak ada kebijakan atau pernyataan dari petugas yang melarang warga untuk sakit jika tidak memiliki kemampuan finansial.
Editor : Wiwin Meliana