BALIEXPRESS.ID-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan setelah mendapat kritik tajam dari anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Andi Muawiyah Ramly.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Rabu (21/5), Andi secara terang-terangan menyebut Dedi sebagai “Gubernur Lambe Turah”, sebuah sindiran keras terhadap gaya komunikasi dan kepemimpinannya.
Baca Juga: Bentrok Antar ABK di Pelabuhan Benoa Jadi Isu Nasional, AWK: Segera Inspeksi
Pernyataan tersebut merujuk pada kesan Dedi Mulyadi yang dianggap lebih menonjol di media sosial ketimbang dalam kinerja nyata di pemerintahan.
Andi menyoroti bagaimana sang gubernur terlihat aktif membagikan konten keseharian dan aktivitas publiknya, namun menurutnya minim kontribusi dalam hal kebijakan substantif, khususnya dalam bidang olahraga dan pemberdayaan masyarakat.
“Saya tidak habis pikir, gubernur yang katanya penuh gebrakan ini tidak mengirimkan satu pun perwakilan ke ajang penting seperti KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia). Padahal, ini ajang nasional yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai provinsi,” ujar Andi dengan nada kecewa.
Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Tak Kunjung Reda, Pakar: Jalur Hukum Terbuka Tapi Harus Ada Bukti
Menurutnya, ketidakhadiran perwakilan Pemprov Jabar dalam kegiatan tersebut mencerminkan kurangnya kepedulian terhadap sektor olahraga rekreasi yang justru menjadi bagian penting dalam pengembangan masyarakat sehat dan produktif.
Andi juga menyinggung beberapa kebijakan kontroversial yang selama ini dilakukan oleh Dedi Mulyadi selama menjabat, meski tidak merinci secara spesifik.
Ia menilai, gaya kepemimpinan yang terlalu menonjolkan pencitraan lewat media sosial dapat menjadi penghambat terhadap capaian kinerja yang seharusnya lebih dirasakan masyarakat secara langsung.
“Rakyat butuh pemimpin yang kerja nyata, bukan hanya viral di TikTok atau Instagram. Kehadiran seorang gubernur tidak hanya di layar ponsel, tapi juga dalam kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Pernyataan “Gubernur Lambe Turah” ini dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Baca Juga: Disorot Usai Kecelakaan Maut, CCTV Di Perlintasan Magetan Tak Aktif Sejak 2023
Sebagian besar netizen menganggap kritik tersebut relevan, mengingat tingginya frekuensi unggahan Dedi di media sosial dibanding dengan laporan kinerja substansial yang terdokumentasi.
Namun, tidak sedikit pula yang membela Gubernur Dedi. Mereka menilai bahwa pendekatan Dedi yang dekat dengan masyarakat melalui media sosial justru menjadi kekuatan baru dalam membangun komunikasi yang terbuka dan transparan antara pemerintah dan warga.
Sebelumnya juga Dedi Mulyadi disindir sebagai Gubernur Konten lantaran kerap membagikan kegiatannya di media sosial.
Editor : Wiwin Meliana