Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rocky Gerung Sebut Gaya Kepemimpinan KDM dan Jokowi Sama, Jual Simbol Bukan Gagasan

Putu Ayu Aprilia Aryani • Sabtu, 24 Mei 2025 | 16:59 WIB

Rocky Gerung Kritisi Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi
Rocky Gerung Kritisi Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi

BALIEXPRESS.ID-Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik tajam terhadap gaya komunikasi dan preferensi publik dalam dunia politik Indonesia.

Dalam acara Indonesia Lawyers Club bertajuk “Dulu Mulyono, Kini Mulyadi” yang tayang pada Kamis, 22 Mei 2025, ia menyampaikan pandangannya secara gamblang.

Baca Juga: Tragis! Mancing Lalu Berenang, Dua Pelajar SMP Tenggelam Terseret Arus

Acara tersebut telah ditonton lebih dari 1,1 juta kali di kanal YouTube Indonesia Lawyers Club.

Rocky menyoroti fenomena politikus yang lebih menonjolkan visualisasi dan penampilan ketimbang visi dan gagasan, dengan menyebut nama Dedi Mulyadi sebagai contoh aktual.

“Saya tidak ingin bicara soal, watak, strategi, kemampuan membangun publik opinion dari Kang Dedi. Karena pada akhirnya pembandingnya cuma Mulyono,” ujarnya dikutip Sabtu, 24 Mei 2025.

“Jadi samar-samar saya mulai melihat bahwa yang berbahaya sebetulnya bukan Dedi Mulyadi, Yunto Mulyono. Tetapi penonton Mulyono dan penonton Dedi Mulyadi sama. Jadi kita lagi menonton orang jualan komoditas, yang namanya penampilan. Visualisasi, bukan visi,” imbuhnya.

Baca Juga: Waduh! Siswa SMKN 1 Lubuk Linggau Demo Oknum Guru, Protes Dugaan Pelecehan

Rocky kemudian menyamakan akar permasalahan antara Jokowi dan Dedi Mulyadi dalam hal pendekatan politik yang berfokus pada simbol dan citra.

“Visualisasi Jokowi dari sekarang seluruh rakyat Indonesia tahu. Gorong-gorong, kesederhanaan. Tapi visinya orang ga ingat,” ucapnya.

“Dedi Mulyadi juga dimulai problem yang sama. Tadi temen-temen pendukung Dedi Mulyadi mengatakan yang penting visualisasinya bisa menghemat anggaran, artinya ohh bagus. Tapi dalam politik, visualisasi itu demi apa, kalau visinya dangkal,” terangnya.

Rocky juga mengkritik program Dedi Mulyadi yang mengirim anak-anak ke barak militer sebagai bentuk kedisiplinan.

“Mengirim anak ke barak itu dangkal. Jadi kita nonton kedangkalan. Dan itu yang berlangsung di kita setiap hari. Hanya dalam masyarakat yang IQ-nya 78, kedangkalan itulah dan kita masih disitu.”

Baca Juga: Bali Masih Bergantung Pangan dari Luar, GNPIP Dorong Sinergi Nyata Lewat Skema B2B

Ia menegaskan bahwa publik harus lebih kritis dan tidak hanya terpaku pada pencitraan dalam kontestasi politik.

“Jadi kita mau coba lihat bahwa Mulyono, Mulyadi sama-sama beroperasi di dalam market of stupidity itu. Yang kita lihat sehari-hari itu adalah dealer bukan leader.”

Pernyataan Rocky itu langsung memicu perbincangan hangat di kolom komentar YouTube ILC, yang diserbu lebih dari 25 ribu komentar.
“KDM sibuk ngurus warga, para tokoh ini sibuk ngurusin KDM, Indonesia Lawak Club.” ketik akun @dietwa82.

“Saya org Bali sangat salut dan mendukung kebijakan2 Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi. Semoga KDM Tuhan Hyang Maha Esa sll melindungi dari org2 syirik n nyinyir.” komentar akun @@madeadiwijaya7234.

Baca Juga: 110 Ormas Se-Bali Bersatu, Suara Damai dan Perlawanan terhadap Premanisme Menggema di Renon

“Betul kata KDM yg gak suka dengan programnya KDM rata2 adalah para elit politik yg menuhankan politik. Rakyat cukup puas dengan kinerjanya KDM.. Maju terus bapak aing.” tulis akun @@opixxaskar3760.

“Sy saja orang Bugis tinggal di Sulsel memang kinerja Kang Dedi nampak, membantu masyarakat kecil daerah Jabar, dan inovasi, ide idenya positif semua.” tulis akun @@NazarUddin-g4d.

Editor : Wiwin Meliana
#jokowi #gaya kepemimpinan #simbol #dedi mulyadi #rocky gerung