Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Denny Cagur Kritik Program Barak Militer Ala Dedi Mulyadi, Warganet: Ngelawak Aja!

Wiwin Meliana • Rabu, 4 Juni 2025 | 14:53 WIB

DPR RI, Denny Cagur kritik program Barak Militer
DPR RI, Denny Cagur kritik program Barak Militer

BALIEXPRESS.ID — Komedian sekaligus Anggota DPR RI, Denny Cagur, angkat bicara soal program kontroversial yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Program yang mengadopsi pendekatan militer dalam menangani anak-anak yang dianggap "nakal" itu dinilai Denny sebagai langkah yang tidak tepat dan perlu dikaji ulang.

Baca Juga: Judi Online: Ancaman Ganda yang Mengintai Masa Depan Generasi Muda Indonesia

Program tersebut diketahui membawa anak-anak yang terindikasi melakukan kenakalan remaja ke barak militer, untuk mendapatkan pembinaan selama beberapa bulan.

Tujuannya, menurut pihak Pemprov Jawa Barat, adalah untuk menanamkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab melalui pendekatan semi-militer.

Namun, kebijakan ini terus menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Mereka menilai pendekatan militer terhadap anak-anak justru berpotensi melanggar hak-hak anak dan menciptakan trauma psikologis jangka panjang.

Baca Juga: Polisi Belum Mampu Ungkap Pelaku Buang Bayi di Bangli, Bagus Kini di Tangan Yayasan Sosial

Denny Cagur, yang kini duduk sebagai anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, turut menyuarakan kritik terhadap program tersebut.

 Ia menilai bahwa membawa anak-anak ke barak militer bukan solusi menyeluruh dalam mengatasi permasalahan kenakalan remaja.

"Menurut saya, dicarikan solusi per masing-masing siswa tidak melulu Barak Militer menjadi satu-satunya solusi,” ungkap Denny Cagur dalam video yang diunggah oleh akun @pojoksatuid dikutip pada Rabu (04/06/2025).

Menurut Denny, kenakalan remaja merupakan persoalan kompleks yang membutuhkan solusi beragam dan pendekatan yang tepat sasaran.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga, pendidikan karakter di sekolah, serta pendekatan psikologi anak yang bersifat suportif, bukan represif.

"Kalau dari segi mendisiplinkan siswa mungkin iya, tapi TNI tidak mempuyai kurikulum pendidikan," tegasnya.

Baca Juga: TRAGIS! Lima Hari Hilang Saat Meladang, Kakek di Jembrana Ditemukan Meninggal

Apalagi kegiatan barak militer ini akan dilakukan selama enam bulan sehingga ditakutkan akan mengganggu kegiatan belajar di sekolah.

Sontak saja, pernyataan ini menuai beragam komentar warganet yang meminta Denny Cagur untuk fokus ngelawak.

“Ngelawak aja,” tulis akun @yudobangunromadhon.

“Lawaklu sambil goyang bang jail,”tylis akun @new_arai09.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi membela program tersebut dengan menyatakan bahwa banyak anak yang menunjukkan perubahan positif setelah mengikuti pembinaan ala militer. Namun hingga kini, belum ada laporan resmi yang menjelaskan efektivitas program secara terukur dan menyeluruh.

 

Editor : Wiwin Meliana
#barak militer #Denny Cagur #dedi mulyadi #kritik