BALIEXPRESS.ID-Publik dihebohkan dengan kasus dugaan perampokan dengan pembunuhan yang menimpa sepasang suami istri di Perumahan Puri Anggek, Blok G, Nomor 11, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
Awalnya, kasus ini viral sebagai dugaan perampokan sadis.
Baca Juga: Bali United Lanjutkan Perombakan Tim, Dua Pemain Belakang Resmi Tinggalkan Klub
Korbannya adalah Petry Sihombing, 35 yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan.
Sementara itu, sang suami Wadison Pasaribu, 37 juga ditemukan di dalam karung dalam kondisi banyak lebam.
Namun setelah diselidiki, pelaku pembunuhan akhirnya terungkap.
Pelaku ternyata adalah suami korban.
“Pelakunya suami korban,” ujar sumber RADARBANTEN.CO.ID di Polresta Serang Kota, Rabu, 4 Juni 2025.
Ia mengatakan, pembunuhan yang terjadi pada Minggu, 1 Juni 2025, itu berawal dari pelaku yang diduga ketahuan selingkuh. Saat terjadi keributan, pelaku menganiaya dan mencekik istrinya.
Baca Juga: 463 Titik WiFi Gratis Segera Terpasang di 133 Desa di Tabanan, Target Rampung 4 Bulan
Sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB, pertengkaran hebat terjadi antara Petry dan Wadison. Pemicu utamanya adalah pesan mesra yang ditemukan Petry di ponsel suaminya. Percakapan itu diduga menunjukkan Wadison berselingkuh.
Saat Petry mengkonfrontasi, Wadison emosi. Ia menganiaya istrinya secara brutal. Petry sempat melawan, namun kalah tenaga. Wadison kemudian mencekik istrinya hingga lemas, lalu menjerat leher Petry dengan tambang plastik. Korban tewas di tempat.
Setelah memastikan istrinya tak bernyawa, Wadison menyusun rencana agar seolah-olah mereka menjadi korban perampokan. Ia melukai dirinya sendiri dengan membenturkan kepala ke benda tumpul, lalu masuk ke dalam karung untuk memberi kesan telah diserang dan disekap oleh perampok.
Ia juga mengambil anting emas milik korban dan membuangnya ke dalam lubang toilet untuk mendukung alibi bahwa perhiasan korban dirampas.
Baca Juga: Padelbro Celebrity: Ketika Para Selebriti Banting Setir dari Hiburan Malam ke Olahraga Padel!
Anak mereka yang berusia 7 tahun, berinisial MP, ketakutan dan menangis, berlari ke rumah tetangga meminta pertolongan. Saat itu warga mulai curiga dan segera menuju rumah korban.
Jansen Pangaribuan, tetangga korban, bersama beberapa warga masuk ke rumah melalui pintu belakang yang tidak dikunci. Di dapur, mereka menemukan Wadison dalam kondisi lemas di dalam karung. Setelah dibuka, warga memberinya air minum.
Saat warga masuk ke kamar tidur, mereka menemukan jasad Petry dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya tengkurap dengan tangan terikat.
Editor : Wiwin Meliana