Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Remaja SMA Tenggak Racun Usai Putus Sekolah, KDM Angkat Jadi Anak Asuh

Komang Wira Muliartana • Selasa, 10 Juni 2025 | 17:33 WIB

Kang Dedi Mulyadi Tanggapi Kasus Gadis Cirebon Coba Bunuh Diri karena Putus Sekolah
Kang Dedi Mulyadi Tanggapi Kasus Gadis Cirebon Coba Bunuh Diri karena Putus Sekolah

BALIEXPRESS.ID-Kasus memilukan kembali menggugah hati publik. Seorang gadis remaja asal Kota Cirebon nekat mencoba mengakhiri hidupnya dengan meminum cairan pembersih lantai, setelah tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA akibat kendala ekonomi.

Menanggapi peristiwa ini, tokoh masyarakat dan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, menyatakan keprihatinan mendalam dan langsung mengambil tindakan.

Baca Juga: TRAGIS! Bonceng Tiga Tanpa Helm, Tiga Siswa SMP Tewas Hantam Truk Parkir

“Ada berita yang sangat memprihatinkan hari ini. Seorang anak masuk rumah sakit karena keracunan setelah meminum cairan pembersih lantai. Hal itu disebabkan karena kekecewaannya terhadap keputusan orang tuanya yang tidak mampu meneruskan pendidikannya ke SMA karena faktor biaya,” ujar Kang Dedi dalam Instagram pribadinya @dedimulyadi71

Diketahui, remaja tersebut merupakan lulusan sebuah pesantren dan sempat melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri Tengah Tani, Kota Cirebon, pada semester awal tahun ajaran 2024.

Namun, karena keterbatasan ekonomi, orang tuanya tidak mampu membelikan seragam sekolah, sehingga ia terpaksa mengenakan seragam lama dari madrasah tsanawiyah (MTs) yang dimodifikasi agar menyerupai seragam SMA.

Baca Juga: Ditengah Kisruh Royalti, Charly Van Houten Bebaskan Lagunya Dinyanyikan Siapapun

Sayangnya, kondisi ini membuat sang gadis hanya mampu bertahan di sekolah selama satu semester, tepatnya hingga Desember 2024.

Tahun ini, niatnya untuk kembali bersekolah kembali terbentur ketidakmampuan ekonomi keluarganya.

Meskipun biaya pendidikan di sekolah negeri sudah ditanggung pemerintah, biaya pendukung seperti seragam dan buku tetap menjadi beban berat bagi keluarganya.

Mengetahui kabar tragis ini, Kang Dedi langsung mengutus ajudannya untuk menemui keluarga dan anak tersebut. Ia memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan di rumah sakit telah ditanggungnya secara pribadi.

“Pertama, rumah sakitnya sudah saya selesaikan seluruh biayanya. Kedua, mulai besok anak itu menjadi anak asuh saya dan berhak untuk sekolah di sekolah negeri. Tentunya masuk sekolah negerinya harus melalui prosedur yang sama seperti anak-anak lainnya. Tapi saya bertanggung jawab penuh terhadap pendidikannya sampai tamat SMA,” tegasnya.

Baca Juga: Meresahkan! Rombongan Pengemis ‘Todong’ Turis Asing di Pererenan, Begini Modusnya

Kang Dedi juga menyampaikan bahwa jika gadis tersebut memiliki kemampuan akademik yang baik, ia akan mendukungnya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Di akhir pernyataannya, Kang Dedi mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong royong memastikan tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena persoalan ekonomi.

“Semoga peristiwa serupa tidak terjadi lagi pada siapapun. Mari anak-anak kita sekolah minimal sampai SMA, dan mari kita gotong royong bersama agar orang yang miskin tetap bisa sekolah,” tutupnya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#putus sekolah #KDM #remaja #racun #anak asuh #cirebon