Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kontroversi Tambang Raja Ampat: Ketua Komisi VII DPR RI Blak-blakan, Ada Apa di Balik Dukungan Warga Pulau Gag?

I Putu Suyatra • Rabu, 11 Juni 2025 | 02:53 WIB

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/6/2025). ANTARA/Melalusa Susthira K.
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/6/2025). ANTARA/Melalusa Susthira K.

BALIEXPRESS.ID – Isu tambang nikel di Raja Ampat terus memanas. Di tengah pro dan kontra yang bergulir, Ketua Komisi VII DPR RI, Bambang Patijaya, angkat bicara.

Ia secara tegas membantah tudingan rekayasa di balik dukungan warga Pulau Gag terhadap operasional PT Gag Nikel.

Pernyataannya ini sontak memicu rasa penasaran: adakah fakta tersembunyi yang belum terungkap?

Bambang Patijaya Buka Suara: "Tidak Ada Rekayasa!"

Kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Pulau Gag pada Sabtu (7/6) lalu, menjadi sorotan utama.

Baca Juga: Heboh! Tak Tampil di PKB, Kak Petruk Beri Pesan Pedas kepada Seniman Muda Bali, Ada Apa?

Warga setempat secara langsung meminta Menteri Bahlil untuk melanjutkan operasional tambang PT Gag Nikel, sebuah momen yang kemudian memicu spekulasi.

Namun, Bambang Patijaya menampik semua itu.

"Saya pikir tidak ada rekayasa ketika Menteri ESDM turun ke lapangan, di sana bertemu dengan gubernur, bertemu dengan bupati, dan juga masyarakat di Pulau Gag. Itu ada sekitar 300 KK (kepala keluarga), penduduknya lebih dari 700 orang, ini memberikan satu dukungan terhadap keberlangsungan tersebut," tegas Bambang di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/6).

Pernyataan ini jelas menyoroti bobot dukungan masyarakat lokal. Mengapa ratusan kepala keluarga di Pulau Gag begitu gigih meminta PT Gag Nikel tetap beroperasi?

Baca Juga: Kejutan Bali United! Sosok Penting Ini Setia Hingga Tiga Musim ke Depan, Siapa Dia?

Apa yang sebenarnya terjadi di lapangan yang mungkin belum banyak diketahui publik?

Pro dan Kontra: Bagian dari Dinamika Pembangunan?

Meskipun mengakui adanya pro dan kontra sebagai hal yang lumrah dalam pembangunan, Bambang Patijaya menekankan pentingnya manajemen perbedaan pandangan.

"Kalau lagu itu ada genre ini, genre ini. (Pandangan) kawan-kawan pemerhati lingkungan, kami berikan apresiasi. Jadi, silakan saja pro dan kontra itu, dan ini akan memperkuat kita menuju membangun Indonesia yang makmur dan sejahtera," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perbedaan pandangan harus diselesaikan dengan asas kebermanfaatan.

"Jika ini bermanfaat, kemudian tidak merugikan, tentu penerimaan masyarakat itu akan ada," imbuhnya.

Tiga Kunci Keberlanjutan Tambang di Raja Ampat

Bambang Patijaya juga membeberkan tiga aspek penting yang harus dikedepankan dalam menyikapi aktivitas tambang di Raja Ampat:

  1. Kepatuhan Regulasi: Pastikan perusahaan tambang memenuhi semua regulasi dan perizinan yang berlaku.
  2. Operasional Berkelanjutan: Apakah operasional tambang sesuai dengan izin dan prinsip keberlanjutan lingkungan?
  3. Dampak Sosial dan CSR: Bagaimana perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat setempat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)?

"Inilah yang kita optimalkan. Jadi, artinya manfaat ekonomi dapat, ekologi terjaga, dan masyarakat mendapatkan manfaat sehingga kita bisa capai satu titik yang baik untuk semua," pungkasnya.

Baca Juga: Profil I Made Tirana: Dari Ajudan, hingga Nakhodai Pemadam Kebakaran Denpasar

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa Pemerintah mencabut empat Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Raja Ampat, namun tidak mencabut IUP PT Gag Nikel yang berstatus Kontrak Karya karena dinilai memiliki RKAB dan dokumen AMDAL lengkap.

Dengan pernyataan Ketua Komisi VII DPR RI ini, perdebatan tentang tambang di Raja Ampat semakin menarik.

Apakah aspek kebermanfaatan yang dikemukakan Bambang Patijaya akan menjadi kunci penyelesaian pro dan kontra ini? Hanya waktu yang akan menjawab. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Bambang Patijaya #dpr ri #raja ampat #Bahlil Lahadalia #Tambang Nikel #tambang