BALIEXPRESS.ID-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji rencana pelaksanaan Car Free Night (CFN) sebagai langkah baru dalam memperluas ruang publik dan meningkatkan aktivitas masyarakat di malam hari.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Larang Pajang Foto Dirinya saat Sidak PPDB : Ada Apa?
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa wacana ini merupakan bagian dari upaya menjadikan Jakarta kota yang lebih hidup, ramah pejalan kaki, dan penuh destinasi terbuka.
“Kami memang ingin memperbanyak ruang publik sebagai destinasi baru di Jakarta. Salah satunya, menghidupkan kembali Pasar Baru, Jakarta Pusat,” ujar Pramono.
Dalam Unggahan akun Instagram @jawapos pada Rabu, 11 Juni 2025.
Baca Juga: ASN Diduga Main Game Sambil Live Streaming Saat Jam Kerja, Warganet Desak Penindakan
Gagasan CFN juga dilandasi keberhasilan revitalisasi kawasan Blok M, Jakarta Selatan, yang kini kembali ramai setelah menjadi pusat integrasi transportasi bus Transjabodetabek.
Pramono bahkan menyebut kawasan itu kini viral di media sosial.
Baca Juga: Dari Xiamen ke Desa-desa, Jejak Arlan Membangun Energi Bersih
“Sekarang ini saya beberapa hari diserbu betul di IG saya, di TikTok saya, di X saya. Banyak yang minta dibuka Bandung Blok M, Surabaya Blok M, Jogja Blok M, bahkan Madinah Blok M! Saya bilang gak apa-apa,” ucapnya.
Wacana CFN pertama kali disampaikan oleh Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno usai kegiatan Car Free Day pada Minggu, 8 Juni 2025 lalu.
Menurutnya, CFN akan menyasar masyarakat yang gemar beraktivitas malam, khususnya olahraga.
“Kalau Car Free Day sudah jadi bagian dari kehidupan Jakarta, sekarang kita coba Car Free Night. Kita akan mulai pukul 10 malam, karena ternyata banyak juga yang berolahraga malam hari,” ucap Rano.
Saat ini, Pemprov DKI masih melakukan kajian lokasi, waktu, dan teknis pelaksanaan CFN. Pasar Baru disebut sebagai salah satu kandidat utama untuk pilot project karena nilai historis dan potensinya sebagai pusat ekonomi rakyat.
Editor : Wiwin Meliana