BALIEXPRESS.ID-Sebuah unggahan video dari akun Instagram @dedimulyadi71 pada Kamis, 12 Juni 2025, menyita perhatian publik.
“Tidak boleh ada dikotomi kaya - miskin dalam Pendidikan.” Tulis Gubernur Jawa Barat itu dalam keterangan unggahannya
Dalam video tersebut, Dedi Mulyadi awalnya menjelaskan kegiatannya hari itu.
Baca Juga: Riana Putra Dilantik Jadi Sekda Bangli, Langsung Dapat Pesan Khusus dari Bupati Sedana Arta
“Hari ini saya lagi perjalanan menuju Kabupaten Ciamis, menghadiri hari jadi Kabupaten Ciamis,” ujarnya dikutip Jumat, 13 Juni 2025.
Ia menyoroti nilai historis dari daerah yang dikunjunginya. Dedi menjelaskan bahwa Kabupaten Ciamis adalah kabupaten yang memiliki nilai sejarah yang istimewa, karena merupakan kabupaten di mana dulu pernah berdiri kerajaan bernama kerajaan Galuh.
Dedi juga menambahkan bahwa kerajaan Galuh juga menjadi cikal bakal berdirinya kerajaan Pakuan dan Pajajaran.
Selain membahas sejarah, Dedi juga memanfaatkan momen perjalanannya untuk menyampaikan pesan penting mengenai pendidikan di Jawa Barat.
Baca Juga: Pabrik Coca Cola Mengwi Bakal Ditutup, Bapenda Badung Telusuri Kewajiban Pajak
“Dan saya menyampaikan pesan agar anak-anaknya didaftarkan ke sekolah, untuk sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan bahwa provinsi Jawa Barat tidak boleh ada pungutan dan biaya apapun dalam proses pendaftaran sampai mereka tamat sekolah.” Ujar Dedi.
Ia memastikan bahwa pemerintah menjamin akses pendidikan bagi seluruh warganya.
“Dan bagi masyarakat miskin yang bersekolah di manapun baik di sekolah pemerintah maupun di sekolah swasta, yang memiliki kerjasama dengan pemerintah provinsi Jawa Barat, mereka dijamin tanpa biaya.” Jelasnya.
Dedi menegaskan kembali komitmennya untuk menggratiskan sekolah-sekolah negeri, berikut memberikan beasiswa bagi mereka yang bersekolah di sekolah swasta.
“Jadi kalau sekolah negeri semuanya sudah free tapi kalau yang di sekolah swasta ada masyarakat miskin, mereka juga akan mendapatkan beasiswa dari pemerintah provinsi Jawa Barat.” Jelas Dedi
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyekolahkan anak-anak mereka.
“Untuk itu masukkan anak-anak untuk bersekolah. Jangan ada kalimat miskin, karena pemerintah Jawa Barat memberikan jaminan untuk pendidikan warganya.” Ucapnya.
Dedi menutup penyampaiannya dengan pernyataan tegas bahwa tidak akan ada yang namanya anak titipan dan semua siswa akan diperlakukan secara adil.
Baca Juga: Balap Liar Resahkan Mendoyo Jembrana, Kapolres Minta Warga Gunakan Call Center 110
“Dan tidak ada tuh yang titip-titipan, semua akan diperlukan adil sesuai dengan SPMP.” Tutup Dedi.
Unggahan tersebut sontak menuai banyak komentar dukungan dari warganet.
“Sehat selalu kang dedy, Depok baru ngerasain punya gubernur,” ketik akun @ryanstevenn_.
“Tegas terus pak .. soalna masih keneh Aya pungli,” tulis akun @dikdikrudiana.
Dampak 1th jabatan BPK kyk nya kena bgt...apa lgi d hati...4bln ja bnyk yg diurusin,,, sehat2 bpk aink,” tulis akun @renmeilan19.
Namun, beberapa komentar juga menyampaikan keluhan dan masukan mengenai kebijakan baru tersebut.
Baca Juga: BNI Salurkan Rp4,6 Triliun KUR ke Lebih dari 20.000 UMKM, Perkuat Tulang Punggung Ekonomi Nasional
“Emang sekolah gak ada biaya pak tapi seragam kan harus pake biaya, sedangkan seragam sekarang kan mahal2, bagi sebagian orang yg gak mampu tetap berat pak, sekolah sekarang mah seragam nya banyak, belum baju kebaya belum baju batik belum baju olahraga belum baju hari jumat belum baju yg lainnya, kma atuh pak,” komentar akun @yuliwie14.
“Pak klw ga keterima di negeri dan harus ke swasta sedangkan biayanya lumayan dari pendaftaran, buku, baju, biaya SPP bulanan dan semesteran gimana pak sedangkan kondisi keuangan yg harus dibagi solusinya gimana pak,” tulis akun @shanti_77.
Editor : Wiwin Meliana