BALIEXPRESS.ID-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menyapa masyarakat melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, pada Rabu pagi (18/6/2025).
Dalam video tersebut, Dedi berbicara di sela-sela aktivitas rutinnya berkeliling kampung dan berolahraga, sekaligus menyampaikan sejumlah pesan kepada masyarakat, khususnya para orang tua siswa.
Baca Juga: Bukan Kebijakan Baru, KDM Sebut Disiplin Anak dan Sekolah Tanpa PR Sudah Diterapkan Saat Jadi Bupati
“Pagi hari ini saya sampaikan kepada seluruh warganet di manapun berada, saya terus mengucapkan terima kasih. Saya terus di support punya semangat untuk mengabdi pada masyarakat Jawa Barat,” ucap Dedi menyapa para pengikut media sosialnya dikutip Rabu, 18 Juni 2025.
Dalam video itu, ia juga memberikan himbauan khusus menjelang tahun ajaran baru, terkait hubungan antara guru dan orang tua siswa.
“Dan saya sampaikan ya, kepada seluruh orang tua yang akan memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah di seluruh Provinsi Jawa Barat, terutama yang dibawah kepemimpinan Provinsi Jawa Barat, bahwa kekuasaan, pengelolaan, kewenangan,” jelasnya.
Gubernur yang akrab disapa KDM ini juga meminta peran serta orang tua dalam menciptakan harmoni pendidikan dengan mendukung para guru.
Baca Juga: Marak Oknum Buang Sampah Sembarangan di Bali, Niluh Djelantik Beri Enam Masukan
“Kami harapkan orang tuanya untuk membuat surat pernyataan tidak akan mempidanakan guru, menggugat perdata guru, apabila guru bertindak demi kebaikan muridnya, demi pendidikan anak. Dan seluruhnya dilakukan dengan keikhlasan,” pinta Dedi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap guru penting selama tindakan guru masih dalam koridor pendidikan.
“Semoga para orang tua bersedia untuk menandatangani itu, karena itu bagian dari membangun harmoni. Kecuali kalo gurunya melakukan tindakan karena kebencian, tidak ada unsur pendidikan, bahkan tidak melakukan tauladan, ya silahkan silahkan saja,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa jika ada pelanggaran serius oleh guru, Pemprov Jabar tidak akan tinggal diam.
“Dan tidak usah dipidanakan juga oleh muridnya, oleh orang tua siswa. Pemda Provinsi Jawa Barat pasti akan melakukan tindakan, dari mulai tindakan A, sampai tindakan pemberhentian,” ujar Dedi.
Di akhir video, Dedi kembali menyampaikan harapannya terhadap dunia pendidikan di Jawa Barat.
“Kita terus kembangkan pendidikan di Jawa Barat menjadi pendidikan yang memiliki karakter, dan anak-anaknya tumbuh dengan baik, menjadi anak-anak yang hebat. Anak-anak Pancawaluya, cager, bageur, bener, pinter, singer,” tutup Dedi.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Bertemu Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Ajak Warga Jabar Sekolahkan Anak hingga SMA/SMK
Unggahan tersebut pun menuai beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang menyambut positif himbauan sang gubernur.
“Setuju pak, harusnya orang tua dulu sebelum orang lain yang kasih paham,” komentar akun @arihrnwn.
“Bener pak harus ada tanda tangan biar ortu gak semena-mena,” tulis akun @nonaofficial000.
Namun dalam kolom komentar unggahan tersebut, ada juga warganet yang membagikan nostalgia masa sekolah dulu.
“Orangtua jaman dulu kalo memang anaknya ga bener di sekolah malah tambah dihukum di rumah,” kenang akun @febran_mp27.
“Jaman abi, di gaplok ku guru bebeja ka kolot malah di tambahan hahahaha,” tulis akun @rudy_r.a sambil bercanda.
Editor : Wiwin Meliana