BALIEXPRESS.ID-Tragedi maut terjadi di tempat pencucian truk Tirta Abadi yang berlokasi di KM 30, Jalan Raya Bypass Krian, Sidoarjo, pada Senin, 16 Juni 2025 malam.
Dilansir dari Radar Sidoarjo, insiden tersebut menewaskan dua orang pekerja dan membuat tiga lainnya kritis akibat diduga menghirup gas beracun dari sisa oli bekas di dalam tangki truk.
Baca Juga: MENGEJUTKAN! KDM Minta Orang Tua Siswa Buat Surat Pernyataan Tak Pidanakan Guru, Begini Alasannya
Kasi Humas Polresta Sidoarjo, Iptu Tri Novi Handono, membenarkan kejadian nahas tersebut.
Ia menjelaskan bahwa insiden itu terjadi di tempat pencucian truk Hino yang baru saja digunakan mengangkut muatan dari Serang, Banten ke Compreng, Tuban.
“Diduga kelima korban mengalami keracunan gas dari residu atau oli bekas di dalam tangki truk tronton Hino yang baru selesai mengirim muatan dari Serang, Banten ke Compreng, Tuban.” Ungkapnya Iptu Tri Novi dikutip Rabu, 1 8 Juni 2025.
Kejadian bermula ketika tiga pekerja, yakni Dwiky Andika Prasetyo (23), Subai (40), dan Sulikin (57), sedang membersihkan bagian dalam dan luar tangki truk.
Baca Juga: Bukan Kebijakan Baru, KDM Sebut Disiplin Anak dan Sekolah Tanpa PR Sudah Diterapkan Saat Jadi Bupati
Subai menjadi orang pertama yang masuk ke dalam tangki, namun tiba-tiba kehilangan kesadaran.
Kedua rekannya, yang menyaksikan kejadian itu, langsung masuk untuk menolong. Nahas, mereka juga ikut tumbang setelah menghirup udara dari dalam tangki.
Melihat situasi genting tersebut, dua warga sekitar, Seniman (44) dan Mukriani (51), mencoba ikut mengevakuasi para korban. Namun, keduanya juga langsung pingsan setelah turut masuk ke dalam tangki.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera menghubungi pihak Polsek Krian dan petugas pemadam kebakaran untuk penanganan lebih lanjut.
Tim Rescue BPBD akhirnya diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dengan peralatan keselamatan lengkap.
Baca Juga: Marak Oknum Buang Sampah Sembarangan di Bali, Niluh Djelantik Beri Enam Masukan
Komandan Peleton (Danton) Tim Rescue BPBD Pos Krian, Aris Kuswoyo, menyebutkan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 20.30 WIB dan langsung bergerak ke lokasi.
“Kami langsung menerjunkan satu unit mobil operasional rescue dan satu unit mobil pemadam. Evakuasi dilakukan menggunakan perlengkapan lengkap seperti Breathing Apparatus (SCBA), harnes, carmentel, dan tangga untuk mengangkat para korban dari dalam tangka.” Jelasnya.
Aris menambahkan bahwa proses evakuasi berlangsung dramatis selama lebih dari satu jam karena kondisi hujan yang cukup menyulitkan tim di lapangan.
“Kelima korban berhasil kami evakuasi dan langsung dibawa ke RSU Anwar Medika serta RSU Yapalis Krian,” imbuhnya.
Dua pekerja dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian, yaitu Dwiky Andika Prasetyo, warga Krian, dan Subai, warga Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Bertemu Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Ajak Warga Jabar Sekolahkan Anak hingga SMA/SMK
Sementara tiga korban lainnya, yakni Sulikin, Seniman, dan Mukriani, hingga kini masih dirawat dalam kondisi kritis.
Pihak kepolisian menyatakan masih mendalami kandungan zat beracun dalam tangki serta menelusuri standar operasional keselamatan kerja yang diterapkan oleh pihak tempat pencucian truk tersebut.
Editor : Wiwin Meliana