BALIEXPRESS.ID-Sejumlah siswa sekolah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi sorotan publik setelah menerima Menu Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi mentah.
Potret menu yang terdiri dari beras, telur puyuh, kacang, ikan asin, dan buah itu ramai dibicarakan karena belum siap santap seperti seharusnya.
Baca Juga: Modus Sewakan Kios di Bangunan Kosong Surabaya Terbongkar, 5 Anggota Ormas FPMI Jadi Tersangka
Menurut informasi yang dilansir dari akun Instagram @republikaonline, potret menu MBG yang belum siap makan tersebut pertama kali diunggah oleh akun X @TrinityTraveler pada Senin, 16 Juni 2025.
Unggahan itu pun viral dan menuai beragam komentar dari warganet.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mualaf Indonesia Timur (Yasmit) Ciputat Timur, Basiro, akhirnya buka suara dan membenarkan bahwa menu MBG dibagikan dalam kondisi mentah.
Baca Juga: Geger Video Ibu Tinggalkan Anak Badut Mengemis, Wakil Wali Kota Pekanbaru Angkat Bicara
“Terkait menu MBG di SPPG Kota Tangerang Selatan, Cempaka Putih, yang viral, beras diberikan dalam bentuk mentah agar dapat dibawa pulang dan disimpan lebih lama,” ujarnya, dikutip Kamis, 19 Juni 2025.
Ia juga menjelaskan bahwa keputusan membagikan MBG dalam bentuk tersebut merupakan bentuk penyesuaian terhadap kondisi sekolah yang saat ini sedang libur atau menjalani kegiatan seperti class meeting dan ujian.
Karena para siswa tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa, MBG tetap harus disalurkan sesuai jadwal yang ditentukan.
Maka dari itu, SPPG Yasmit Ciputat Timur berinisiatif mendistribusikan MBG dalam kondisi mentah, dengan harapan siswa tetap menerima manfaat program ini.
Baca Juga: Mimih! Diduga Hilang Kendali Saat Nyalip, Pikap Terguling di Denpasar, Begini Kondisinya
Basiro juga menyampaikan alasan pihaknya tidak menggunakan makanan kemasan.
Ia menambahkan bahwa keputusan itu diambil agar bisa menghindari penggunaan bahan pengawet, pewarna, dan pemanis buatan, sekaligus meminimalisasi konsumsi makanan ultra proses oleh para siswa.
“Seperti yang telah ramai dibahas di media sosial, penggunaan makanan kemasan menimbulkan banyak kekhawatiran dari masyarakat,” katanya.
Editor : Wiwin Meliana