Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Fakta Lain Pembunuhan Berantai 3 Mahasiswi, Pelaku Akting Jadi Pedamping Keluarga Korban

Wiwin Meliana • Sabtu, 21 Juni 2025 | 15:19 WIB

Sejumlah barang yang didapatkan dari dalam sumur tempat dua korban ditimbun, Kamis (19/6)
Sejumlah barang yang didapatkan dari dalam sumur tempat dua korban ditimbun, Kamis (19/6)

BALIEXPRESS.ID-Penangkapan Satria Jhuwanda Putra alias Wanda (25) yang semula diduga hanya sebagai pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap Septia Adinda, kini membuka tabir kelam kasus pembunuhan berantai yang mengguncang Sumatera Barat.

Baca Juga: TERUNGKAP! Motif Dibalik Pembunuhan Sadis Mahasiswi, Pelaku Mutilasi Beri Pengakuan Mengejutkan

Bukan hanya Septia, Wanda diduga kuat juga menghilangkan nyawa dua perempuan muda lainnya: Siska Oktavia Rusdi alias Cika (23) dan Adek Gustiana (24).

Kedua korban ditemukan dikubur dalam sumur di rumah pelaku sendiri, di kawasan Batang Anai, Padang Pariaman.

Namun yang membuat publik tercengang bukan hanya jumlah korban atau cara pembunuhannya.

Melainkan fakta bahwa selama lebih dari satu tahun terakhir, Wanda justru berperan aktif sebagai ‘pendamping keluarga korban’, menjalin komunikasi dengan wartawan, bahkan memberikan keterangan sebagai ‘saksi’ kepada pihak kepolisian.

Baca Juga: Bupati Bangli dan Wabup Siap Hadiri Retret Gelombang II, Diar Akui Tak Ada Persiapan Khusus

Dalam penyelidikan yang kini berkembang cepat, terungkap bahwa Wanda sempat mendampingi ibu korban, Nila Yusnita, saat melaporkan hilangnya anaknya Cika ke polisi pada 13 Januari 2024.

Ia bahkan sempat tampil dalam liputan wartawan Forum Wartawan Parlemen (FWP) Padangpariaman sebagai orang yang "terpanggil untuk membantu".

“Wanda ini sangat aktif. Dia ikut kami cari informasi, diskusi tentang jejak-jejak korban, bahkan mendorong kami mengadvokasi ke Polsek,” ujar Yuzal Efendi, Wakil Ketua FWP Padangpariaman, yang masih tak percaya dengan fakta terbaru ini.

Sosok Wanda saat itu dianggap sebagai pihak yang peduli. Bahkan ketika pencarian terhadap Cika dan Adek mulai meredup, Wanda tetap tampil sebagai ‘penyokong moril’, menyuarakan agar kasus ini tidak diabaikan.

Namun, di balik semua kepedulian yang ditunjukkan, Wanda menyimpan rahasia kelam: dialah pelaku pembunuhan terhadap para perempuan muda itu.

Baca Juga: Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Gianyar Melonjak, Tembus 3.066 Kasus

Kecurigaan terhadap Wanda menguat setelah polisi mendalami keterkaitannya dengan kasus mutilasi Septia Adinda yang jasadnya ditemukan dalam potongan di sungai kawasan Batang Anai dan Muara TPI Padang pada 17 dan 18 Juni 2025.

Setelah ditangkap oleh Tim Gagak Hitam Polres Padangpariaman pada Rabu malam (18/6), Wanda menjalani pemeriksaan intensif. Dalam interogasi, ia mengaku telah membunuh dua korban lain, Cika dan Adek, yang hilang sejak Januari 2024.

Kedua korban diketahui terakhir kali terlihat oleh keluarga Cika pada 12 Januari 2024.

Penyelidikan sempat menemukan motor Cika di sekitar Kampus MTI Tabing, namun setelah itu kasus menemui jalan buntu. Wanda tak pernah dicurigai, karena posisinya sebagai “teman yang membantu”.

Namun kebohongan itu kini terungkap. Wanda diduga merencanakan pembunuhan dengan motif yang hingga kini masih didalami: apakah didasari relasi pribadi, dendam, atau alasan psikologis yang lebih kompleks.

Editor : Wiwin Meliana
#akting #sumatera barat #pembunuhan berantai #wanda