Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gunung Semeru Erupsi 8 Kali Sehari, Hujan Abu Guyur Malang, BPBD Himbau Hal Ini

Putu Ayu Aprilia Aryani • Sabtu, 21 Juni 2025 | 15:53 WIB

Aktivitas Gunung Semeru alami erupsi 8 kali sehari
Aktivitas Gunung Semeru alami erupsi 8 kali sehari

BALIEXPRESS.ID-Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami beberapa kali erupsi, termasuk delapan kali letusan hanya dalam kurun waktu 12 jam pada Jumat, 20 Juni 2025.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Investigasi Dugaan BBM Bermasalah yang Berdampak pada Kendaraan Konsumen di Bali

Dilansir dari Radar Bojonegoro, frekuensi letusan tertinggi terjadi di pagi hari, di mana empat kali erupsi berlangsung hanya dalam rentang waktu dua jam, yakni antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.

Kolom letusan paling tinggi sebelumnya terekam pada Kamis malam (19 Juni) pukul 20:11 WIB.

“Tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 800 meter di atas puncak, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara,” ungkap Liswanto, petugas Pos Pantau Gunung Semeru, dalam laporannya yang diunggah di situs resmi MAGMA Indonesia dikutip Sabtu, 21 Juni 2025.

Pada Jumat dini hari, kolom letusan tertinggi tercatat mencapai 700 meter di atas puncak pada pukul 00:45 WIB dan 06:56 WIB.

Letusan terakhir pada pukul 12:06 WIB tidak tampak secara visual karena tertutup awan, namun terekam secara seismik dan berlangsung selama dua menit.

Saat ini, Gunung Semeru berada dalam status Level II atau Waspada.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 8 kilometer di sektor tenggara gunung, serta 3 kilometer dari puncak.

Baca Juga: Tangki Mobil Di Bali Rusak Diduga Akibat Pertalite, Pertamina Buka Suara: Masih Ditelusuri, Siap Uji Lab Produk SPBU

Selain itu, aktivitas juga dilarang di sepanjang Besuk Kobokan, yakni 500 meter dari tepi sungai dan 13 kilometer dari puncak, guna menghindari potensi awan panas guguran dan aliran lahar.

Akibat letusan yang berulang, wilayah Malang, khususnya Bumi Kanjuruhan, mengalami hujan abu vulkanik hampir setiap hari selama sepekan terakhir.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, hujan abu akibat letupan Semeru telah terjadi 10 kali, dengan abu terbawa angin ke arah barat dan mengguyur beberapa wilayah di Malang.

Dikutip dari Radar Malang, Sadono Irawan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, menjelaskan bahwa hujan abu pertama terjadi pada 13 Juni 2025.

“Dalam sehari ada dua kali letupan, kemudian abu terbawa angin ke arah barat, meliputi Kabupaten Malang,” ujar Sadono.

Selanjutnya, hujan abu juga terjadi masing-masing satu kali pada 14 hingga 17 Juni, sementara pada 18 Juni dilaporkan terjadi hingga empat kali hujan abu.

“Rata-rata, ketinggian awan abu yang muncul antara 400 sampai 800 meter,” jelas Sadono lebih lanjut.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan atau gangguan aktivitas warga akibat abu vulkanik.

“Di Kepanjen tidak terlihat adanya awan abu. Sejauh ini juga tidak ada laporan gangguan dari warga karena abu,” ucapnya.

Baca Juga: PAD Tabanan Dinilai Masih Rendah, Komisi III DPRD Ungkap Potensi yang Belum Digarap Maksimal

Ia menambahkan bahwa aktivitas erupsi Gunung Semeru kali ini masih dalam kategori normal dan tidak mengkhawatirkan.

“Menurut dia, erupsi Semeru yang terjadi akhir-akhir ini masih dalam taraf biasa alias tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat tidak risau.

Sadono pun menegaskan bahwa pola aktivitas yang meningkat justru merupakan karakter khas dari Gunung Semeru.

“Itu memang ciri khas Semeru. Kalau lama tidak ada aktivitas itu yang justru berbahaya,” pungkasnya.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan memantau informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat, tanpa perlu panik menghadapi aktivitas alami gunung api aktif ini.

 

Editor : Wiwin Meliana
#hujan abu #gunung semeru #erupsi #lumajang