Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral! Loket Obat Puskesmas Kosong Tengah Malam, Ternyata Ditinggal Ngopi ke Warung

Wiwin Meliana • Sabtu, 21 Juni 2025 | 17:15 WIB

Beredar sebuah video keluhan pasien terkait loket obat yang kosong
Beredar sebuah video keluhan pasien terkait loket obat yang kosong

BALIEXPRESS.ID— Sebuah video yang merekam kondisi loket pengambilan obat Puskesmas Kwanyar, Bangkalan, Jawa Timur dalam keadaan kosong dan tanpa petugas, viral di media sosial.

Kejadian tersebut memicu kemarahan publik setelah diketahui bahwa sejumlah pasien dan keluarga mereka dibiarkan menunggu selama dua jam tanpa dilayani.

Baca Juga: Ipung Nilai Hasil Audiensi Tegaskan Kepemilikan Tanah: Siap Gugat, Jika SHM Tak Bisa Terbit

Dalam video yang pertama kali diunggah akun Instagram @bangkalanterkini pada Jumat (20/6), terdengar suara seorang perekam yang mengaku telah menunggu sejak pukul 22.00 WIB hingga tengah malam tanpa kejelasan.

“Sudah 2 jam berlalu, kami menunggu sejak pukul 22.00 sampai pukul 24.00, tidak ada petugas. Banyak yang nyari mau nebus obat tapi tidak ketemu. Katanya ke mushola, tapi tidak ada,” keluh perekam dalam video tersebut.

Kepala Puskesmas Kwanyar, Rudi Hartono, membenarkan kejadian dalam video tersebut.

Baca Juga: Kronologi Mobil Pikap Terguling di Denpasar Barat, Begini Kondisi Sopir dan Penumpang

 Ia mengonfirmasi bahwa video direkam sekitar pukul 00.00 WIB pada Senin, 16 Juni 2025, dan langsung ditindaklanjuti.

“Laporan video tersebut saya terima pukul 03.25 pagi. Pukul 04.00 saya langsung koordinasi dengan kepala ruang obat untuk mengecek dan mengambil langkah,” ujar Rudi dalam keterangannya pada Rabu (18/6).

Menurut penelusuran internal, petugas yang seharusnya berjaga di loket obat meninggalkan ruangan tanpa pemberitahuan.

Awalnya, ia pergi ke mushola. Namun karena merasa mengantuk, ia memutuskan membeli kopi ke warung terdekat.

“Jadi dia keluar ke mushola, lalu karena ngantuk dia memutuskan ngopi. Ia tidak memberi tahu siapa pun,” jelas Rudi.

Baca Juga: Jaga Tren Positif, CBR Series Siap Melesat Kencang di Sirkuit Mandalika

Rudi menambahkan bahwa berdasarkan standar operasional, setiap petugas yang ingin meninggalkan ruang tugas harus memberi tahu rekan kerja atau pimpinan jaga

. Namun dalam kasus ini, petugas diduga lalai dan mengira tidak ada pasien yang menunggu.

“Biasanya petugas pamit dulu, tapi ini mungkin karena kelalaian dan merasa di jam itu tidak ada kunjungan,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, manajemen Puskesmas Kwanyar langsung melakukan evaluasi internal. Seluruh staf, terutama dari bagian pengambilan obat, dikumpulkan untuk mendapatkan pengarahan dan pengetatan disiplin kerja.

“Kami langsung evaluasi sistem pelayanan, terutama di jam-jam malam. Kami pastikan kejadian serupa tidak terulang,” tegas Rudi.

 

Editor : Wiwin Meliana
#obat #Puskesmas Kwanyar #loket #ngopi #kosong