Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Heboh! Jokowi Dikabarkan Derita Penyakit Kulit Langka, Sindrom Stevens-Johnson? Ini Faktanya

Nyoman Suarna • Senin, 23 Juni 2025 | 23:40 WIB
JOKOWI: Kondisi kesehatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi perhatian publik, dituding alami Sindrom Stevens-Johnson (SJS).
JOKOWI: Kondisi kesehatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi perhatian publik, dituding alami Sindrom Stevens-Johnson (SJS).

BALIEXPRESS.ID – Kesehatan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), tengah menjadi sorotan publik setelah penampilan fisiknya terlihat berbeda.

Ruam-ruam mencolok di kulit Jokowi memicu spekulasi liar di media sosial, termasuk dugaan bahwa beliau menderita Sindrom Stevens-Johnson (SJS), sebuah penyakit kulit langka yang dapat membahayakan jiwa.

Kabar ini makin ramai dibicarakan usai acara syukuran ulang tahun ke-64 Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, pada Sabtu (21/6), di mana kondisi kulitnya tampak belum pulih sepenuhnya.

Menanggapi rumor yang semakin liar, ajudan pribadi Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah, angkat bicara.

Ia membantah tegas dugaan bahwa Jokowi menderita SJS. Menurutnya, sang mantan presiden hanya mengalami reaksi alergi kulit ringan setelah kunjungan luar negeri.

“Tidak benar itu. Bapak saat ini sedang dalam masa pemulihan dari alergi kulit usai pulang dari Vatikan,” ujar Kompol Syarif, dikutip dari Radar Solo, Minggu (22/6).

Meski pernyataan resmi sudah disampaikan, kekhawatiran publik belum sepenuhnya reda.

Banyak netizen mempertanyakan penampakan ruam yang cukup parah dan tak kunjung sembuh, sehingga menimbulkan dugaan adanya kondisi medis yang lebih serius.

Apa Itu Sindrom Stevens-Johnson?

Sindrom Stevens-Johnson (SJS) adalah gangguan kulit langka namun serius yang menyerang kulit dan selaput lendir.

Sindrom ini biasanya dipicu oleh reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu atau infeksi virus.

SJS pertama kali ditemukan oleh dua dokter anak Amerika, Albert Stevens dan Frank Johnson, pada tahun 1922.

Menurut Cleveland Clinic dan National Health Service (NHS) Inggris, beberapa pemicu umum SJS meliputi:

 Gejala Awal Sindrom Stevens-Johnson

SJS seringkali dimulai dengan gejala menyerupai flu, kemudian berkembang menjadi lebih serius. Berikut gejala-gejala yang perlu diwaspadai:

Gejala awal:

Gejala lanjutan:

Penanganan Sindrom Stevens-Johnson

SJS tergolong darurat medis dan harus segera ditangani di rumah sakit. Penundaan perawatan dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian. Pasien SJS biasanya dirawat intensif di unit luka bakar atau ruang perawatan khusus.

Meski kabar Jokowi mengidap Sindrom Stevens-Johnson telah dibantah langsung oleh pihak terdekat, informasi seputar penyakit ini tetap penting diketahui publik.

Reaksi alergi kulit memang bisa tampak ringan, namun dalam beberapa kasus bisa berkembang menjadi kondisi serius seperti SJS. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#jokowi #SJS #vatikan #penyakit kulit #langka