Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral! Warga Geruduk Villa Diduga Tempat Retret Siswa Kristen di Sukabumi, Permadi Arya Kecam Sikap Intoleran

Putu Ayu Aprilia Aryani • Senin, 30 Juni 2025 | 16:40 WIB

Sekelompok Warga Geruduk Villa Diduga karena Retret Siswa Kristen
Sekelompok Warga Geruduk Villa Diduga karena Retret Siswa Kristen

BALIEXPRESS.ID-Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok warga menggeruduk dan melakukan aksi vandalisme di sebuah villa, viral di media sosial.

Aksi itu diduga dilakukan karena villa tersebut menjadi lokasi retret rohani siswa Kristen asal Jakarta.

Baca Juga: Usai Evakuasi Pendaki Brazil, Kini Pendaki Asal Malaysia Alami Kecelakaan di Gunung Rinjani, Terjatuh ke Jurang 200 Meter

Peristiwa itu disebut terjadi pada Jumat, 27 Juni 2025, di wilayah Cidahu, Sukabumi.

Dalam video yang beredar luas, terlihat suasana mencekam saat warga mendatangi villa dengan emosi.

Mereka disebut merasa terganggu dengan kegiatan siswa yang menyanyikan lagu-lagu rohani.

Retret yang seharusnya menjadi kegiatan damai berubah jadi sasaran amuk warga.

Menanggapi hal ini, pegiat media sosial sekaligus influencer, Heddy Setya Permadi atau kerap disapa Permadi Arya, turut menyampaikan pendapat tegasnya melalui akun Instagram pribadinya @permadiaktivis2.

Baca Juga: Terekam CCTV! Pencurian Helm Terjadi di Taman Griya Jimbaran, Begini Ciri-Ciri Pelaku

Melalui unggahannya, Permadi mengungkapkan keprihatinannya terhadap tindakan intoleransi yang terjadi di Indonesia bagian barat.

“Dan terjadi lagi, intoleransi di bagian barat Indonesia ini emahh udah gak ada obat,” ujarnya dikutip Senin, 30 Juni 2025.

Ia pun menjelaskan latar belakang kegiatan yang dilakukan para siswa.

“Jumat kemarin siswa siswi Kristen dari Jakarta sedang melakukan kegiatan retret. Retret itu semacam piknik rohani, liburan sambil baca kitab dan berdoa,” jelasnya dalam video yang diunggahnya.

Lebih lanjut, Permadi menjabarkan kronologi kejadian berdasar informasi yang diterimanya.

“Mereka pergi ke sebuah villa di daerah Cidahu Sukabumi dan mungkin warga setempat gerah dengar mereka nyanyi nyanyi lalu beramai-ramai mendatangi, geruduk kegiatan retret tersebut, mengusir siswa siswi di villa,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan dugaan bahwa aksi penggerudukan disertai perusakan properti.

Baca Juga: Mimih! Ceceran Solar di Tanjakan Goa Gong Jimbaran, Sejumlah Kendaraan Tergelincir

“Mereka bahkan sampai melakukan perusakan properti dan vandalisme, ini bukan soal izin. Jangan terkecoh dengan alasan izin, ini murni Kristenphobia,” tegasnya.

Menurutnya, peristiwa seperti ini terus berulang karena lemahnya perhatian negara terhadap perlindungan kebebasan beragama.

“Kebencian dan ketakutan terhadap agama Kristen yang dibiarkan oleh negara dari jaman Pak Jokowi sampai presidennya Pak Prabowo,” ucapnya blak-blakan.

Ia pun menyayangkan tidak hadirnya aparat keamanan untuk melindungi kelompok minoritas.

“Tidak ada atensi dari negara apalagi upaya mitigasi, aparat tidak pernah hadir untuk memastikan kebebasan beribadah bagi umat minoritas,” lanjutnya.

Sebagai bentuk sindiran terhadap kondisi tersebut, ia memberikan pernyataan sarkastik.

“Jadi kalau kalian umat Kristen ingin merasakan tantangan dan penderitaan Yesus, beribadahlah di wilayah Indonesia bagian Barat. Saya jamin, kalian akan tahu rasanya memanggul salib,” tutupnya.

Unggahan Permadi menuai ribuan komentar yang sebagian besar menyayangkan aksi intoleran tersebut.

Seorang warganet menyatakan bahwa ketakutan terhadap agama minoritas memang nyata.

Baca Juga: Bus Melaju Mundur dan Tabrak Tembok di Dekat RS Surya Husada Ubung, Ternyata Bukan Kejadian Pertama

“Kristenphobia, Budhaphobia, Hinduphobia itu nyata... Orang ibadah dihambat, urusanmu dengan Tuhan wahai yg katanya waker surga... Ngeri saya membayangkan azab apa yg akan kalian rasakan nanti,” tulis akun @gex.ayun.

“Bukan agamanya tapi oknum-oknum yg ada disitu yg intoleransi,” kata akun @ensogratia.

Komentar lain menyoroti ketidakwajaran terhadap sikap warga yang merasa terganggu oleh lagu rohani.

“Seterganggu itukah diri kalian dengan lagu rohani itu,” tulis akun @bertalindaz.

Warganet lainnya menyindir negara yang tidak menjalankan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Negara yang katanya Bhinneka Tunggal Ika? Negara orang diurusi, negara sendiri dibiarin. #miris,” tulis akun @riorit4n.

Sementara itu, seorang warganet beragama Hindu juga turut menyampaikan keprihatinan.

“Saya Hindu, sangat menyayangkan ada intoleransi di Indonesia rumah sendiri. Bangsa lain kok disanjung jika agamanya sama,” tulis akun @putuusuastikaa.

Hingga berita ini dimuat, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian atau pemerintah daerah terkait insiden tersebut.

Warganet pun terus mendesak agar kasus ini tidak dibiarkan begitu saja, karena menyangkut hak kebebasan beragama dan perlindungan terhadap minoritas.

Editor : Wiwin Meliana
#permadi arya #sukabumi #kristen #geruduk #villa #Retret