Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Inspiratif! Kisah Agam Rinjani: Dari Mahasiswa Antropologi Hingga Menemukan ‘Rumah’ di Gunung Rinjani

Komang Wira Muliartana • Senin, 30 Juni 2025 | 17:05 WIB

Cerita Agam Rinjani menemukan ‘rumah’ di Gunung Rinjani
Cerita Agam Rinjani menemukan ‘rumah’ di Gunung Rinjani

BALIEXPRESS.ID-Nama Agam Rinjani mendadak menjadi sorotan usai aksi heroiknya mengevakuasi jenazah pendaki Brasil yang meninggal di jurang 600 meter.

Baca Juga: Kantor Pertanahan Klungkung Gelar Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Sinergi

Dalam sebuah episode podcast YIM OFFICIAL, Agam Rinjani membagikan kisah inspiratif hidupnya yang erat dengan Gunung Rinjani, salah satu gunung tertinggi dan terindah di Indonesia.

Agam mengenang awal pertemuannya dengan Gunung Rinjani pada tahun 2011, ketika masih menjalani kuliah di semester 3 Jurusan Antropologi, Universitas Hasanuddin.

Baca Juga: Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Klungkung Turut Menyambut Wakil Menteri ATR/BPN dalam Kunjungan Kerja ke Kantor Pertanahan Kota Denpasar

"Jadi 2011 saya naik Gunung Rinjani. Itu semester 3. Saya datang, naik gunung, lalu pulang dan selesaikan kuliah. Tapi setelah lulus, saya bingung mau ngapain, karena sudah alumni, tapi masih nongkrong di himpunan," ujarnya dikutip pada Senin (30/06/2025).

Setelah kelulusan, Agam kembali ke Rinjani, kali ini mengantar juniornya mendaki.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Maaf Soal Keluhan Warga, Warganet Justru Singgung Intoleransi di Sukabumi

Namun, perjalanan itu menjadi titik balik hidupnya. Pulang ke Bali, Agam merasa gelisah dan tak betah, lalu menyebrang kembali ke Lombok hanya bermodalkan uang Rp10.000.

"Saya di Bali tiga hari, tidak tahan. Saya nyebrang ke Lombok cuma bawa uang 10 ribu. Tapi di Rinjani, saya merasa lengkap," ungkapnya.

Podcast tersebut menuai berbagai komentar dari warganet di media sosial.

“Saya saksi hidupnya yang antar dia dari bali ke lombok, memang benar dia cuma bawa 10rb, saya antar dia untuk bekerja ikut event lari di senggigi, lombok. Setelah bekerja fee yg tidak seberapa dari event tersebut dipakai untuk traktir saya dan memberi saya 'sangu' Saya kenal beliau di sekitar tahun 2015,” tulis akun @ariandps

Baca Juga: Viral! Warga Geruduk Villa Diduga Tempat Retret Siswa Kristen di Sukabumi, Permadi Arya Kecam Sikap Intoleran

“Bisa nambah 3 jam kak. Belum puas dengar cerita bang Agam.. Luar biasa,” tulis akun @margaretamilla6456

“Terharu dengarnya. Terima kasih orang2 hebat,” tulis akun @dinda45810

Editor : Wiwin Meliana
#agam rinjani #kisah #gunung rinjani #antropologi