Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TRAGIS! Longsor Tewaskan 4 Warga Garut, Dedi Mulyadi Salurkan Bantuan, Tegaskan Pentingnya Jaga Alam

Putu Ayu Aprilia Aryani • Rabu, 2 Juli 2025 | 18:38 WIB

Gubernur Dedi Mulyadi ucapkan belasungkawa atas meninggalnya 4 warga Garut karena longsong
Gubernur Dedi Mulyadi ucapkan belasungkawa atas meninggalnya 4 warga Garut karena longsong

BALIEXPRESS.ID-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah longsor yang menewaskan empat warga di Kabupaten Garut.

Pernyataan ini disampaikannya melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Rabu, 2 Juli 2025, saat tengah berolahraga pagi.

Baca Juga: Pelaku Pencuri Helm Lintas Kabupaten Ditangkap, Beraksi di 10 TKP, Terakhir di Padangsambian

“Pagi hari ini menyampaikan duka atas meninggalnya 4 orang warga Garut atas musibah longsor,” ujarnya dalam video tersebut.

Dalam video itu, Dedi juga menyebut telah mengirimkan uang duka untuk membantu keluarga korban yang ditinggalkan.

“Hari ini saya berkirim uang duka untuk keluarga korban untuk bekal hidup keluarga yang ditinggalkannya, untuk pendidikan anak-anaknya, untuk membenahi rumah-rumahnya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Dedi menekankan bahwa bencana seperti ini tidak akan bisa dihindari jika masyarakat terus merusak alam.

Baca Juga: Kena Kau! Pencuri Helm yang Resahkan Warga Bali Sudah Beraksi di 10 TKP, Berujung Dijuk Polisi

Ia mengimbau warga untuk tidak lagi menebangi hutan atau menggunduli lahan perbukitan.

“Dan yang paling utama untuk seluruh warga Garut untuk tidak melakukan penebangan hutan, menggunduli lahan-lahan perbukitan, yang berdampak bencana ketika hujan tiba,” ungkapnya.

Menurut Dedi, berbagai kebijakan lingkungan yang ia terapkan selama ini bertujuan untuk pencegahan bencana jangka panjang, meski harus menuai banyak kritik.

“Kebijakan-kebijakan saya selama ini sesungguhnya merupakan upaya untuk mencegah bencana dalam jangka panjang.”

Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap keselamatan warga dan kelestarian lingkungan, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa berbagai kebijakan yang ia ambil semata-mata dilakukan demi mencegah bencana di masa depan.

“Saking sayangnya pada masyarakat, kebijakan menutup tambang, kebijakan menghentikan alih fungsi lahan, mengajak semua orang menanam pohon, membuang sampah dan mengelola dengan baik, revitalisasi sungai, danau, dan area perbukitan,” jelas Dedi.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Efisiensi Kerja Kabinet: Yang Lambat Kita Tinggal di Pinggir Jalan

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dirinya tak gentar menghadapi kritik dan serangan selama kebijakan yang ia ambil bermanfaat bagi rakyat dan lingkungan.

“Semua saya lakukan untuk masyarakat, meskipun harus menanggung serangan yang luar biasa. Tapi bagi saya ga masalah, lebih baik saya diserang dan dibully daripada rakyat saya tidak selamat, baik sekarang dan ke depannya. Daripada saya ongkang-ongkang kaki jalan-jalan ke luar negeri tapi rakyat saya tidak selamat,” tutupnya.

Sebelumnya, menurut informasi yang dilansir dari Radar Garut, bencana longsor terjadi di Kampung Kiararambay, RT 01 RW 02, Desa Girimukti, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, pada Rabu, 25 Juni 2025 sekitar pukul 18.00 WIB.

Peristiwa ini mengakibatkan satu rumah warga tertimbun material longsor, menewaskan seluruh penghuni di dalamnya.

Baca Juga: Mengenang Hamdan ATT: Maestro Dangdut Melankolis di Balik Lagu ‘Termiskin di Dunia’

Sekretaris BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah, menjelaskan bahwa bencana dipicu oleh curah hujan tinggi dan berdurasi panjang.

“Berdasarkan informasi dari Kecamatan Cisewu, kejadian bencana ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi cukup lama. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya longsoran tanah yang menimpa satu unit rumah milik Ibu Mar’ah, dihuni oleh 2 KK terdiri dari 4 jiwa,” ujarnya dikutip Rabu, 2 Juli 2025.

 

Editor : Wiwin Meliana
#jaga alam #garut #dedi mulyadi #bantuan #longsor