BALIEXPRESS.ID-Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali masih menyisakan duka dan harapan.
Di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung, momen haru terekam saat sejumlah keluarga korban menyambut para penyintas yang selamat, seperti yang terlihat dalam unggahan akun Instagram @radarbanyuwangi, Kamis, 3 Juli 2025.
Dalam video yang viral tersebut, tangis bahagia dan pelukan hangat menyambut beberapa korban yang berhasil diselamatkan.
Terlihat dalam unggahan tersebut, sejumlah keluarga tampak menangis usai menerima video call dari keluarga yang menjadi salah satu penumpang KMP Tunua Pratama Jaya.
Keluarga tampak menangis lega karena keluarga yang menjadi korban tenggelam dinyatakan selamat.
Pemandangan ini mengundang keharuan warganet yang ikut mendoakan agar lebih banyak korban ditemukan dalam keadaan selamat.
Komentar haru dan doa dari netizen turut membanjiri unggahan tersebut.
Baca Juga: Terekam CCTV! WNA Diduga Curi Barang di Butik Gooseberry Uluwatu, Manajemen Ancam Polisikan
“Di sisi lain ada yg bahagia, di sisi lain ada yg sedih. Semoga semuanya selamat. AMIEN.” tulis akun @natali_anggel.
“Alhamdulillah ada yang selamat, semoga semakin banyak korban yang ditemukan dengan keadaan selamat.” ujar @gudirama87s.
“Alhamdulillah ...semoga yang lain mengalami yang sama, selamat sehat wal’afiat. Aamiin.” ungkap akun @junna_pattern_maker_design.
Sementara informasi terbaru seperti dilansir dari Radar Bali, upaya pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan oleh tim Basarnas gabungan.
Hingga Kamis sore kemarin, sebanyak 35 korban telah ditemukan, namun jumlah total korban juga bertambah menjadi 65 orang, dengan 30 lainnya masih dalam pencarian.
Sementara itu, keluarga korban terus berdatangan ke Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, berharap mendapatkan kepastian dan kabar terbaru tentang orang-orang tercinta yang menjadi penumpang kapal nahas tersebut.
Insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya juga berdampak pada operasional penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk.
Sejak Kamis pagi, antrean kendaraan menumpuk di areal pelabuhan dan bahkan meluber hingga ke Jalan Nasional, menyusul penutupan sementara operasional penyeberangan saat kejadian.
“Dampak adanya kapal karam ini, kendaraan masih banyak antre,” ujar Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Letda Laut (P) Bayu Primanto dikutip Jumat, 4 Juli 2025.
Namun, situasi perlahan mulai membaik. Lalu lintas kendaraan yang akan keluar Bali sudah mulai terurai setelah pihak pelabuhan memaksimalkan operasional kapal penyeberangan.
Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk pada Kamis sore, kendaraan, terutama angkutan barang dan kendaraan kecil masih memenuhi area parkir pelabuhan, menunggu giliran naik ke kapal penyeberangan menuju Pelabuhan Ketapang.
Proses pencarian korban tenggelam masih akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari tim evakuasi dan Basarnas.
Editor : Wiwin Meliana