Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Hanya KMP Tunu Pratama Jaya, Ini Rekam Jejak Kecelakaan Maut di Selat Bali

Wiwin Meliana • Senin, 7 Juli 2025 | 16:19 WIB

Selat Bali Jalur Penyeberangan Ganas yang Telah Telan Banyak Korban
Selat Bali Jalur Penyeberangan Ganas yang Telah Telan Banyak Korban

BALIEXPRESS.ID– Jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk di Selat Bali kembali menjadi sorotan setelah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada Kamis dini hari, 3 Juli 2025.

Peristiwa tragis ini menambah panjang daftar kecelakaan laut mematikan yang terjadi di perairan sempit namun berarus ganas ini.

Baca Juga: Data Manifest Diduga Tak Valid, Sejumlah Korban Tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya Tak Tercatat

Selat Bali selama ini dikenal sebagai lintasan penyeberangan laut yang menantang, bahkan disebut sebagai jalur "bernyali tinggi".

Arus kuat, gelombang besar, serta kepadatan kapal menjadikan wilayah ini salah satu titik rawan kecelakaan laut paling mematikan di Indonesia.

Dalam kurun 10 tahun terakhir, sejumlah insiden besar terjadi di perairan ini, merenggut nyawa penumpang dan menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban.

Rekam Jejak Kecelakaan Maut di Selat Bali

  1. KMP Rafelia II – 4 Maret 2016

KMP Rafelia II tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang, Banyuwangi.
Penyebab tenggelamnya kapal adalah kelebihan muatan dan kendaraan yang tidak terikat dengan baik, menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan.

Hasil investigasi KNKT juga mengungkap modifikasi ilegal pada pintu rampa kapal, yang membuat air laut terus masuk hingga menyebabkan kapal karam.
Korban: 6 meninggal dari 81 penumpang.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Longsor di Desa Blahkiuh, Jalan Menuju Kolam Tirta Arum Tertutup Material

  1. KMP Yunicee – 29 Juni 2021

KMP Yunicee tenggelam saat tengah antre sandar di Pelabuhan Gilimanuk, sekitar pukul 19.12 WITA.
Kapal dihantam ombak kuat dan terseret arus, menyebabkan kapal miring ke kiri dan akhirnya tenggelam.
Kapal membawa 76 orang (60 penumpang, 16 kru).
Korban: 7 meninggal dunia, 38 selamat.

  1. KMP Tunu Pratama Jaya – 3 Juli 2025

Tragedi terbaru menimpa KMP Tunu Pratama Jaya sekitar 25 menit setelah bertolak dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk. Kapal tenggelam sekitar pukul 22.56 WIB, diduga akibat kebocoran di ruang mesin.

Menurut data manifest, kapal membawa 53 penumpang, 12 kru, dan 22 kendaraan. Namun muncul dugaan jumlah penumpang melebihi data resmi karena beberapa keluarga mengaku korban mereka tidak tercantum dalam manifest.
Korban: 6 meninggal dunia, 31 berhasil diselamatkan.

Serangkaian insiden ini menegaskan bahwa keselamatan pelayaran di Selat Bali perlu menjadi prioritas utama pemerintah dan operator kapal.

Baca Juga: Media Sosial Bali Dibanjiri Ungkapan Duka; Sosok Bidan Niluh Surya Adnyani di Mata Kerabat

Pengetatan pengawasan manifest, pemeriksaan kondisi kapal, hingga kesiapan awak menghadapi kondisi darurat harus segera dievaluasi.

Selain itu, perairan ini juga menuntut keterampilan tinggi dari nahkoda, mengingat medan yang ekstrem dan padatnya lalu lintas penyeberangan.

Dengan tiga insiden besar yang merenggut nyawa dalam satu dekade terakhir, Selat Bali menjadi simbol pengingat akan risiko pelayaran dan pentingnya standar keselamatan tinggi dalam jalur strategis yang menghubungkan dua pulau besar: Jawa dan Bali.

 

Editor : Wiwin Meliana
#selat bali #kecelakaan #kmp yunice #KMP Tunu Pratama Jaya #KMP Rafelia II