BALIEXPRESS. ID – Dalam sebuah video yang diunggah di akun TikTok resminya, Kang Dedi Mulyadi kembali menyuarakan keprihatinannya terhadap bencana banjir yang kerap melanda wilayah Jawa Barat.
Ia memaparkan bahwa penyebab utama banjir bukan hanya curah hujan tinggi, tetapi juga kerusakan ekologis yang terjadi secara sistematis dari hulu hingga hilir.
Menurut Kang Dedi, kawasan hulu yang seharusnya menjadi daerah tangkapan air, kini telah berubah menjadi area permukiman dan bangunan baik resmi maupun liar.
Ia menyerukan agar tambang-tambang yang merusak lingkungan dan berpotensi menyebabkan longsor dihentikan.
“Kalau legal, ikuti prosedur, jaga lingkungan, dan jaga kesejahteraan pekerja, kita beri ruang. Tapi kalau hanya memperkaya diri dan merusak alam, harus ditindak tegas,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Kang Dedi mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama menyelamatkan lingkungan demi kepentingan masa depan.
“Selamat bekerja. Mari kita selamatkan alam dan lingkungan untuk anak cucu kita,” tutupnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna