BALIEXPRESS.ID – Penemuan objek yang diduga sebagai bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di dasar Selat Bali memicu langkah antisipasi serius dari PT PLN (Persero).
Pasalnya, posisi objek tersebut terdeteksi hanya berjarak 30 meter dari kabel bawah laut yang menjadi jalur transmisi utama pasokan listrik dari Jawa ke Bali.
Baca Juga: Dunia Musik Bali Berduka, Penyanyi Pop Bali Lawas Komang Adi Tutup Usia
Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, mengungkapkan bahwa pencarian hari kedelapan telah menghasilkan visual objek di kedalaman 49 meter, tak jauh dari jaringan cablehead 150 kV milik PLN.
Namun, ia belum bisa memastikan 100 persen bahwa objek tersebut adalah bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, karena kamera bawah air sempat terbawa arus kuat saat proses perekaman.
“Kita akan pastikan ulang setelah KRI Spica 934 tiba. Yang jelas, posisinya hanya 30 meter dari kabel laut,” ujar Endra, Kamis (10/7).
Baca Juga: BREAKING! Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan, 30 Meter dari Kabel Listrik Bawah Laut Jawa–Bali
Mendapat laporan ini, pihak PLN langsung melakukan pengawasan ketat terhadap kegiatan penyelaman dan evakuasi di sekitar area kabel.
Senior Manager PLN UITJBM, Inda Puspanugraha, menegaskan bahwa PLN ingin memastikan tidak ada gangguan terhadap sistem transmisi listrik yang krusial bagi Pulau Bali.
“Kami butuh detail gambaran setiap aktivitas underwater di sana. Jangan sampai pengangkatan kapal justru mengganggu stabilitas sistem kelistrikan,” tegas Inda.
Inda juga menjelaskan bahwa posisi bangkai kapal sangat mengejutkan. Awalnya diperkirakan berada 1,3 kilometer dari kabel, namun realitas menunjukkan hanya 30 meter, membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
Terkait kemungkinan pengangkatan bangkai kapal, PLN belum dapat memberikan rekomendasi resmi. Menurut Inda, pihaknya masih menunggu visualisasi lengkap dan peta bawah laut dari Koarmada II serta Basarnas.
Baca Juga: Kesadaran Pedagang Rendah dan Sarana Terbatas, Tera Ulang UTTP Terhambat di Bangli
“Apakah pengangkatan justru berisiko bagi kabel? Ini harus dikaji teknis dulu. Kami akan ambil langkah antisipatif jika kabel ikut terdampak,” tambahnya.
PLN juga tengah menyusun skema manajemen aliran listrik dari empat jalur kabel yang menyalurkan energi dari Pulau Jawa, agar jika terjadi gangguan, pasokan ke Bali tetap bisa terjaga stabil.
Dengan pentingnya peran kabel bawah laut ini dalam menjaga kestabilan listrik di Bali—terutama di tengah tingginya konsumsi energi selama musim wisata—PLN memastikan akan terus berkoordinasi erat dengan tim penyelam, TNI AL, dan Basarnas demi keselamatan teknis dan keandalan sistem.
Baca Juga: Kejari Gianyar Terima Tahap II Kasus Kekerasan Seksual, Tersangka IWS Ditahan
“Fokus kami adalah menjaga agar listrik tetap menyala di Bali. Setiap tindakan di bawah laut harus sejalan dengan prinsip keselamatan dan ketepatan teknis,” tutup Inda.
Editor : Wiwin Meliana