Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bahaya Mengintai di Dasar Selat Bali: Dua Bangkai Kapal Ancam Pasokan Listrik Jawa-Bali

Wiwin Meliana • Kamis, 10 Juli 2025 | 19:08 WIB

Dua Bangkai Kapal Ancam Pasokan Listrik Jawa-Bali
Dua Bangkai Kapal Ancam Pasokan Listrik Jawa-Bali

BALIEXPRESS.ID – Ancaman tersembunyi sedang mengintai dari dasar laut Selat Bali. Dua bangkai kapal tenggelam yang belum juga dievakuasi kini berada dalam jarak yang mengkhawatirkan dari kabel listrik bawah laut milik PLN—yang menjadi penopang utama suplai listrik dari Jawa ke Pulau Bali.

Baca Juga: Viral! Video Pria Tersinggung Disebut Pendatang Tak Penting di Bali, AWK Beri Tanggapan

Bukan hanya satu, dua kapal besar yakni KMP Rafelia II dan KMP Tunu Pratama Jaya terdeteksi berada terlalu dekat dengan jaringan kabel tegangan tinggi milik PLN.

Jika salah satu bangkai kapal tersebut bergeser, bisa jadi pasokan listrik ke Pulau Dewata akan terganggu secara signifikan.

KMP Rafelia II, kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) yang tenggelam sejak 4 Maret 2016, masih berada di dasar laut Selat Bali, sekitar 250 meter dari bibir Pantai Banyuwangi Beach.

Kapal seberat 1.108 ton ini tenggelam saat membawa 81 penumpang dan 27 kendaraan.

Baca Juga: Jalur Denpasar–Gilimanuk Jebol, Jalur Gitgit Macet Parah, Hingga Kecelakaan Bus vs Truk Terjadi

Meski titik tenggelamnya sudah ditandai oleh Basarnas dengan pelampung bola hitam, hingga kini bangkai kapal belum juga diangkat.

 Menurut sumber dari otoritas pelabuhan, posisinya memang berada di cekungan dekat palung laut—tapi bukan berarti aman.

“Kalau sewaktu-waktu bergeser karena arus bawah laut atau gempa kecil, kita tidak tahu dampaknya,” ujar salah satu pejabat pelabuhan yang enggan disebutkan namanya.

Kasus serupa kembali terjadi dengan KMP Tunu Pratama Jaya, kapal penumpang yang tenggelam belum lama ini.

Dalam proses penyelaman yang dilakukan TNI AL, objek yang diduga kuat sebagai bangkai kapal ditemukan berada hanya 30 meter dari jalur kabel bawah laut milik PLN yang memiliki tegangan 150 kilovolt (Kv).

Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, mengatakan bahwa visualisasi awal dari kamera bawah laut menunjukkan objek sangat mirip kapal, namun belum bisa dipastikan karena arus laut deras sempat membuat kamera hanyut.

Baca Juga: Terungkap! Sosok Melanie Putri, Wanita di Balik Tewasnya Brigadir Nurhadi: Motif Sepele yang Berujung Maut?

“Kami menunggu KRI Spica 934 tiba untuk memastikan posisi bangkai kapal. Tapi yang pasti, jaraknya sangat dekat dengan kabel listrik PLN,” tegas Endra, Rabu (10/7).

Mendapat laporan itu, pihak PLN langsung bersiaga. Senior Manager PLN UITJBM, Inda Puspanugraha, mengatakan posisi bangkai kapal yang awalnya diperkirakan 1,3 kilometer dari kabel, ternyata hanya berjarak 30 meter berdasarkan pemantauan terbaru.

“Ini sangat mengagetkan. Kami terus mengawasi proses evakuasi dan memastikan tidak ada aktivitas yang membahayakan kabel,” ujarnya.

PLN kini melakukan berbagai langkah antisipatif untuk melindungi empat kabel bawah laut yang menjadi urat nadi kelistrikan Bali. Setiap kegiatan penyelaman dan pengangkatan bangkai kapal akan dievaluasi terlebih dahulu untuk memastikan tidak mengganggu jaringan kabel.

“Kalau nanti harus diangkat, kami ingin tahu secara detail apakah justru berisiko pada kabel. Semua aktivitas bawah laut harus jelas,” tegas Inda.

Dengan dua bangkai kapal dalam jarak yang mengkhawatirkan, para ahli menilai perlu adanya keputusan cepat dan terkoordinasi dari seluruh pemangku kepentingan. Selain menyangkut keselamatan navigasi laut, keberadaan kapal-kapal tersebut berpotensi mengancam stabilitas energi Pulau Bali yang sangat bergantung pada suplai dari Pulau Jawa.

Pemerintah, PLN, dan unsur keamanan laut diharapkan segera membuat protokol evakuasi yang aman agar tidak terjadi insiden tak terduga di masa depan.

 

Editor : Wiwin Meliana
#bangkai kapal #selat bali #pasokan listrik #kabel bawah laut