Heboh Isu PSK di IKN! Pemerintah Bertindak Cepat, Prostitusi Dipastikan Tak Ada di Kawasan Inti
I Putu Suyatra• Jumat, 11 Juli 2025 | 18:08 WIB
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono
BALIEXPRESS.ID – Di tengah masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai simbol peradaban baru Indonesia, muncul isu mengejutkan soal praktik prostitusi di sekitar wilayah proyek strategis nasional tersebut.
Namun, pemerintah tak tinggal diam. Otorita IKN menegaskan bahwa tidak ada praktik prostitusi di kawasan inti IKN, dan semua informasi yang beredar telah ditindak secara serius.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memastikan bahwa kawasan pusat pemerintahan baru itu bebas dari pekerja seks komersial (PSK).
“Jadi memang bukan di IKN-nya, bos. Kalau di IKN-nya nggak ada. Itu di daerah Kecamatan Sepaku, yang sekarang sedang berkembang,” tegas Basuki.
8 Warung Ditertibkan, Satpol PP Turun Tangan
Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim gabungan Satpol PP dan Kepolisian telah melakukan operasi penertiban terhadap warung remang-remang yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi.
Delapan titik lokasi telah dibersihkan dalam operasi tersebut.
“Ada delapan warung yang kami selesaikan. Kalau yang online sekarang itu cuma informasi lama yang muncul lagi,” tambahnya.
Basuki menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup-nutupi informasi terkait praktik menyimpang ini. Jika ada temuan baru, maka tindakan tegas akan langsung diambil.
Tidak Ada ASN Terlibat, Waspadai Oknum Pekerja Konstruksi
Isu sensitif ini sempat memunculkan spekulasi keterlibatan aparatur negara.
Namun, Basuki memastikan bahwa tidak ada ASN Otorita IKN yang terlibat dalam praktik tersebut. Ia hanya mengakui adanya kemungkinan keterlibatan oknum dari 20 ribu pekerja konstruksi yang bekerja di wilayah IKN.
“Kalau dari ASN Otorita, tidak ada. Tapi pekerja konstruksi? Saya tidak mau prejudis, bisa saja ada,” ujarnya.
Kepala Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara, Bagenda Ali, membenarkan adanya laporan dari warga dan pemerintah desa terkait praktik prostitusi online yang diduga terjadi di sekitar Kecamatan Sepaku, dekat wilayah proyek IKN.
“Kami sudah memantau situasi ini sejak tiga bulan terakhir. Laporan kami terima dari warga dan pemerintah desa setempat,” jelas Bagenda.
Pemerintah daerah kini melakukan patroli rutin dan pengawasan intensif untuk mencegah kembali munculnya praktik serupa.
IKN Dipastikan Bersih, Lingkungan Aman Jadi Prioritas
Langkah cepat pemerintah dalam mengamankan wilayah strategis nasional dari praktik prostitusi menunjukkan komitmen menjaga IKN sebagai kawasan pemerintahan yang bersih, aman, dan tertib.